Zulkipli di Tahan Pemilik Pondok Misbahul Khair Ucapkan Terimakasih Kepada Polres Lampura.

94

Lampung Utara – Terkait Penahanan Zulkifli oleh Polres Lampung Utara, dengan kasus pencurian beberapa waktu lalu di kediaman Deferi Zan, Ketua Pondok Pesantren Misbahul Khair dijalan kapten Mustopa Kelurahan Tanjung Seneng Kecamatan  Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara,tempat Zulkifli Menuntut Ilmu memberi tanggapan, Minggu (10/04/2022)

Mengetahui Zulkifli resmi ditahan oleh pihak kepolisian, ketua pondok pesantren Misbahul Khair ,yang sering disapa dengan sebutan Abi dan Umi tersebut menanggapi hal tersebut.

Mereka beranggapan bahwa tindakan kepolisian khususnya Polres Lampung Utara tidak mungkin keliru. Mereka juga cukup lega dengan adanya hal tersebut, dimana mereka juga pernah menjadi korban pencurian atau penipuan oleh Zulkifli.

“Kalau memang benar ya mungkin ini menjadi pelajaran bagi dia atas kesalahan dia, terimakasih juga kepada Polisi yang sudah menangani kasus ini, ini juga pelajaran bagi dia agar dia berubah,” ucap Umi.

Tidak hanya sampai disitu, flashback Umi kembali menceritakan tentang Zulkifli yang dulu pernah menjadi anak didik di Pondok Pesantren tersebut selama 6 tahun lamanya.

Awalnya mereka menganggap Zulkifli adalah anak yang baik, namun ketika Zulkifli dipekerjakan di salah satu toko manisan lengkap milik Abi, perlahan perilaku asli Zulkifli terbongkar.

Namun, Abi dan Umi tersebut tidak menaruh curiga sepenuhnya kepada Zulkifli karena masih menaruh harapan dan kepercayaan kepada Zulkifli.

Setelah dilakukan pengecekan dan diselidiki cara Zulkifli bekerja, dan catatan penghitungan pengeluaran dan pendapatan toko sangat selisih jauh. “Awalnya Umi terus yang membela dia tapi pas dicatat semuanya ya benar ada selisih disetiap pengeluaran dan pendapatannya, dan itu juga yang dikerjakan oleh Zul,” katanya.

Setelah terbukti, akhirnya Zulkifli berhenti bekerja di toko tersebut, namun kembali Zulkifli membuat opini dimana ia menyebutkan bahwa Abi pemilik toko telah meminjam uangnya dan tidak dikembalikan, serta menyebutkan bahwa ia juga tidak digaji di toko tersebut.

Tidak hanya itu, biaya administrasi pendidikan Zulkifli selama 3 tahun di pondok pesantren tersebut tidak dibayarkan, dan sampai sekarang ijazahnya pun masih di pondok tersebut.

“Janjinya pas panen, tapi sampai sekarang belum itu ijazah nya masih ada, kita sudah tidak bisa percaya lagi, dan teman-temannya juga sama, pernah kita suruh datang kesini selesaikan baik-baik tapi sampai sekarang dia gak datang, mungkin takut,” ungkapnya.

Dengan adanya informasi bahwa Zulkifli resmi ditahan oleh pihak kepolisian Abi memberi tanggapan sedikit,”siapa yang menanam dia lah yang memetik,” ucapnya singkat.

Pihak pondok pesantren berterimakasih kepada Pihak Kepolisian dan sangat mengapresiasi kinerja yang dilakukan, serta berharap agar ini dapat menjadi pelajaran bagi Zulkifli dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.(Shanti)