Menjelang Ramadhan, DKP Tuba Lakukan Monitoring Bahan Pokok di Sejumlah Pasar Tradisional

34

Tulangbawang-Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulangbawang, turun langsung melakukan monitoring ketersediaan bahan pokok dan harga di sejumlah pasar tradisional menjelang bulan suci ramadhan. Kamis (31/3/2022)

Menurut pantauan di lapangan, sejumlah harga bahan pokok merangkak naik cukup signifikan terhitung beberapa hari terakhir.

“Kami harus memastikan kesediaan bahan pokok tersedia di wilayah Kabupaten Tulangbawang menjelang bulan suci ramadhan,” ungkap Sekretaris DKP Tulangbawang Erwan Hadi.

Menurutnya, naiknya bahan pokok saat memasuki bulan suci ramadhan seperti saat ini cukup wajar karena banyaknya permintaan barang dari pedagang di setiap wilayah.

“Untuk kenaikan saat ini kami harap maklumi, karena permintaan yang sudah meningkat. Wajar para pedagang dan distributor sedikit mengambil keuntungan. Yang penting kesediaan bahan pokok cukup untuk kebutuhan masyarakat Tulangbawang,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Endang (38) pedagang pasar putri agung Menggala menuturkan, naiknya harga bahan pokok tersebut akibat menjelang datangnya bulan Suci ramadhan. 

“Hari ini bahan pokok naik semua, karena dari sananya (agen) yang naikin harga. Kami disini hanya menjual apa adanya, kalo soal pasokan alhamdulilah lancar cuma harga aja yang naik,” ungkap Endang.

Endang juga menjelaskan, bahan pokok utama yang terlihat naik salah satunya cabai merah. Kemarin cabe merah dijual dengan harga Rp 30 ribu perkilogram. Namun kini naik menjadi Rp 35 perkilogram. 

Kemudian, harga cabai rawit dari sebelumnya di harga Rp 30 ribu perkilogram kini menjadi Rp 35 ribu perkilogram. Selain cabai, bawang merah dan putih juga mengalami kenaikan harga, dari Rp 18 ribu perkilogram kini naik menjadi Rp 20 ribu perkilogram. 

“Ayam kampung yang cukup mahal, kemarin Rp 55 ribu perkilogram sekarang naik diharga Rp 60 ribu perkilogram. Dan daging sapi masih diharga Rp 140 ribu perkilogram,”ungkapnya. (cn)