Busroni SH,Angkat Bicara Terkait Bau Busuk Sampah

53

GERBANG SUMATERA 88,-Terkait tumpukan sampah yang beserakan di Pasar Dayamurni yang menimbulkan bau busuk dan ketidaknyamanan para pedagang dan masyarakat sekitarnya politisi partai yang berlambangkan Bintang Mersi Busroni, S.H angkat bicara, Rabu 30 Maret 2022.

Busroni yang Saat ini menjabat Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat sesalkan sikap tidak tanggapannya. UU salah satu satuan kerja yang berada di Pemkab Tubaba Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menurutnya telah lalai dalam mengemban tugas yang diamanahkan masyarakat kepadanya.

Masih kata Busroni “Sebagai pejabat yang mengemban tugas dari masyarakat selayaknya kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) cepat tangap dan merespon apa yang menjadi keluhan masyarakat apalagi menurut sumber dari salah satu media online Delikpristwa.com. para pedagang yang berjualan di Pasar Dayamurni tersebut telah memenuhi kewajibannya yakini membayar salar setiap hari,” ujarnya.
Sementara’ ditempat terpisah Ahmad Basri ketua K3PP Tubaba saat dimintai keterangan terkai timpukan sampah yang dikeluh warga sekitar mengatakan.
,
Penumpukan sampah di Pasar Dayamurni selalu berulang terjadi. Hal ini tentu saja memiliki dampak yang luas bagi warga sekitarnya. Tidak hanya bau yang tak sedap dimana-mana namun bagi para pembeli-penjual pun menjadi tak nyaman dalam berbelanja. Problem sesungguhnya ada pada kurangnya prasarana yang dimiliki oleh DLH ( Dinas Lingkungan Hidup) Tubaba. Pemkab Tubaba belum begitu memberikan perhatian khusus pada DLH Tubaba.

Ada 4 masalah di dalam DLH Tubaba yang harus segera dibenahi oleh Pemkab Tubaba. Pertama dalam hal operasional kendaraan khusus untuk mengangkut sampah masih sangat minim. Hanya ada 2 kendaraan, jika tidak salah itupun kondisinya sudah sangat memprihatinkan.Tidak layak pakai untuk mobilitas operasional di lapangan mengangkut sampah secara cepat. Kedua Pemkab Tubaba harus segera mengalokasikan anggaran (APBD) untuk pengadaan mobil baru. Minimal 2 mobil baru. Sepertinya hal ini belum dianggarkan. Mudah-mudahan dalam APBD 2022 ini bisa dianggarkan dan disetujui oleh DPRD.

ketiga tentunya penambahan para prakerja di lapangan yang harus juga ditambah. Dan Keempat DLH Tubaba harus diberikan anggaran khusus yang mencukupi bagi kendaraan operasional untuk melakukan perawatan rutin bulanan. Tanpa adanya anggaran bulanan yang cukup maka semua diberikan kepada DLH berupa operasional kendaraan akan sia-sia. Biaya perawatan bulanan itu penting.

Problem ini sesungguhnya yang harus menjadi pembenahan di dalam DLH Tubaba oleh Pemkab tubaba. Jika tidak problem sampah sepertinya yang terjadi Pasar Dayamurni akan terulang kembali. Dan berdampak pada pasar lainnya yang menjadi tanggung jawab DLH Tubaba. Menyalahkan pada DLH Tubaba atas penumpukan sampah seperti yang terjadi di Pasar Dayamurni bukanlah sesuatu yang bijak.

Selama Pemkab Tubaba tidak membenahi memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh DLH Tubaba. Pada akhirnya apa yang terjadi ketika sampah sudah menumpuk bau dimana-mana tidak diambil. Masyarakat sekitarnya akan membuang sampah saluran irigasi pengairan sebagai jalur pintasnya. Karna kualitas masyarakat pada umumnya memang sangat rendah pemahamannya dalam masalah sampah.

Sementara kepala Dinas lingkungan hidup (DLH) Fiman yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap sampah yang menimbulkan bau tak sedap bagi lingkungan pasar dan sekitarnya belum dapat dihubungi saat ditelpon oleh awak media GERBANG SUMATERA 88 dan sudah tiga kali dihubungi tidak menjawab. (ISTAMAR)