PMI Metro Gandeng SMK Muhammadiyah 3 Metro Gelar Donor Darah Massal

16

Kota Metro,- SMK Muhammadiyah 3 Metro menjadi tuan rumah gelaran aksi donor darah massal Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Metro, Senin (10/01/2022).

Kegiatan tersebut dilaksanakan guna memastikan ketersediaan pasokan darah di bumi sai wawai ini. Dan juga kegiatan donor darah sebagai upaya jaminan ketersediaan ditengah mewabahnya demam berdarah dengue (DBD).

Menurut Ketua PMI Kota Metro, Silfia Naharani Wahdi mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kritikan dan masukan dari pegiat media sosial terkait sulitnya mencari stok darah di Kota Metro.

“Kegiatan ini merupakan perdana bagi PMI Kota Metro beserta pengurus UPTD.
Donor darah massal salah satu upaya mendukung Pemerintah Kota Metro dalam menyediakan stok darah. Hal itu dikarenakan beberapa waktu lalu sejumlah warga mengkritisi minimnya stok darah di PMI,” ucap Silvia.

Menurutnya, Setelah mendapat laporan tersebut kami langsung bergerak dengan cepat. Upaya yang kami lakukan dengan mengadakan donor darah massal bersama SMK Muhammadiyah 3 Metro. SMK Muhammadiyah 3 Metro juga ikut serta mempelopori dan menjadi sasaran yang cukup banyak pesertanya,” ungkapnya.

Lanjut Silvia, Dimusim penghujan ini awal tahun ini merupakan puncak dari sebaran nyamuk DBD. Sehingga, dengan adanya kegiatan donor darah massal ini stok tercukupi dan tidak menjadi ancaman yang besar dalam penanganannya.

“Kami juga berharap musim DBD ini masyarakat Kota Metro dapat untuk
mencegah dengan beberapa upaya terutama penerapan 3M+. Intinya semua bergerak untuk melakukan bersih-bersih dan jangan sampai ada warga Metro yang kembali terkena DBD,” tambahnya.

Wanita yang merupakan Ketua TP PKK Metro ini juga mengimbau kepada masyarakat jika terjadi gejala demam segera berobat di puskesmas terdekat.

“Kita semua harus waspada, dan cepat untuk melaporkan ke puskesmas. Kita juga siap menyediakan stok darah jika banyak yang membutuhkan,” ujarnya.

Silfia juga meminta, Kader posyandu dan kader Jumantik di setiap kelurahan untuk aktif bergerak kembali.

“Tentunya, Pemerintah tidak bisa untuk menangani sendiri. Bagaimana juga, masyarakat perlu menyadari bahwasanya sehat itu dimulai dari diri sendiri,” tuturnya.

Silvia berharap, “Kita nantinya mulai dari RT/RW, Lurah yang juga menyemarakkan untuk bergotong-royong. Wali Kota Metro juga sudah memberi arahan untuk bergotong royong di sekitar lingkungan rumah maupun kelurahan,” pungkasnya.(Pakri)