INNALILLAHI, Brigjen Purn Edmon Ilyas Meninggal di Jakarta, Pernah Jadi Kapolwiltabes Bandung

33

GERBANGSUMATERA88.ID,-INNALILLAHI Wainna Ilaihi Rajiun, Brigjen (Purn) H Edmon Ilyas, mantan Kapolda Lampung yang juga pernah menjadi Kapolwiltabes Bandung, meninggal dunia di RS Mitra Keluarga, Jakarta, Kamis (6/1/2021) pukul 05.00 WIB.


Kabar wafatnya Edmon Ilyas tersebut dibenarkan oleh Kabidhumas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad. “Kami turut berduka atas berpulangnya ke Rahmatullah senior kami Brigjend (purn) Edmon Ilyas. Semoga almarhum diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Aamiin,” katanya.


Informasi serupa juga disampaikan sastrawan Bandung yang juga wartawan, Mat Don, di dinding akun Facebooknya.
“Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun. Semoga almarhum BPK. H. Edmon Ilyas ( mantan Kapolwiltabes Bandung) diterima iman islamnya, diampuni segala kehilapanya dan dilapangkan dialam kuburnya. Amiin YRA.,” tulis Mat Don yang sempat lama liputan kriminalitas di Kota Bandung.


Edmon Ilyas, mantan Direktur II Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim, wafat dalam usia 65 tahun. Rencananya, jenazah Edmon akan dimakamkan di TPU Menteng Pulo Jakarta Selatan setelah usai disalatkan di masjid Al Musyawaroh Kelapa Gading Jakarta.


Dilansir dari Wikipedia, nama Edmon Ilyas mencuat setelah disebut mantan Kepala Bareskrim, Komjen Susno Duadji sebagai pihak yang ikut dalam Kasus Markus Polri dengan tokohnya Gayus Tambunan, seorang mantan pegawai pajak Departemen Keuangan Republik Indonesia.


Polri mencopot Brigjen Pol Edmon Ilyas dari jabatannya sebagai Kapolda Lampung karena diperiksa terkait kasus rekening Rp 28 miliar milik Gayus Tambunan. Sebelumnya Edmon merupakan Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim, dan ikut menangani kasus penggelapan yang dilakukan Gayus Tambunan.


Edmond lantas dinyatakan sebagai terperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) karena diduga melakukan pelanggaran kode etik dan profesi terkait penyidikan kasus Gayus. Sidang Komisi Etik dan Profesi Mabes Polri memutus Edmon melakukan perbuatan tercela.


Perbuatan tercela yang dimaksud adalah karena tidak melakukan kontrol terhadap proses penyidikan yang dilakukan anak buahnya di jajaran penyidik. Edmon pun dijatuhi sanksi tak lagi difungsikan di jabatan reserse dan harus minta maaf ke institusi polisi.


Edmon pun di”Mabes”kan melalui TR Kapolri pada 2 April 2010, Edmon lalu menjadi staf ahli Kapolri tanpa struktur, posisi nya sebagai Kapolda Lampung digantikan oleh Wakadiv Humas Polri, Brigjen Pol Drs. Sulistyo Ishak.


Lalu pada Februari 2012, dia menempati jabatan baru sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Sosek Sahli Kapolri.
Edmon memasuki masa pensiun, sesuai TR Kapolri 3 Oktober 2014. (*)