Sudah 3 Bulan Truk Pengangkut Antri, Sampah Warga Bandarlampung Numpuk

20

GerbangSumatera88.id– Puluhan truk pengangkut sampah mengantri saat akan melakukan pembongkaran muatan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung di jalan Antara, Kecamatan Telukbetung Barat (TBB) , Selasa (4/1/22)

Petugas kebersihan Supeno mengatakan antrian truk sampah tersebut mengakibatkan terjadinya penumpukan sampah di sejumlah tempat yang ada di kota Bandarlampung sejak 3 bulan terakhir.

Supeno (42) yang merupakan sopir truk pengangkut sampah wilayah Untungsuropati menyampaikan bahwasannya dia dan rekan-rekan lainnya sejak 3 (tiga) bulan terakhir terpaksa harus mengantri saat melakukan pembongkaran sampah.

” Ini sudah lama terjadinya. Kalau untuk pembongkaran di TPA Bakungnya gak nentu. Kadang antri sampai 3, 4, atau 5 jam. Jadi kalau untuk sampah berikutnya, terambil kadang sore atau sudah malam lagi,” katanya pada gerbangsumatera88.id.

Dia menjelaskan dengan tertahannya truk pengangkut sampah ini membuat terhambatnya pengambilan sampah dan antrian ini terkendala tempat pembuangan sampah yang sempit.

” Udah susah, karena lubang kalau gak diangkat sampahnya masuk ke lubang lagi, ditambah musim penghujan. Kita sudah melakukan upaya semaksimal mungkin, ini karena prasarana alat. Normalnya pengambilan sampah itu dua kali, namun saat ini hanya satu kali. Kalau untuk sekarang terpaksa satu kali harus kita habiskan. Dengan ketahan seperti ini sampah berikutnya jadi nyangklak,” jelas dia.

Hal senada disampaikan juga oleh Roni dan Agus. Mereka mengatakan biasanya antrian bongkaran muatan sampah sampai kebawah panjangnya dan hal ini disebabkan karena lokasinya penuh.

“Saya antri dari jam 7 pagi, biasanya selesai sampai jam 11 an dan itu pun kalau tidak terkendala macet juga,” Ujar Roni

Dia mengatakan, antrian panjang ini terkendala oleh lokasi yang penuh dan pihaknya sudah berupaya konsultasi dengan UPT TPA Bakung.

” Udah pernah konsultasi, cuma ya gitu jawabnya ngikut aja,” Kata Agus.

Dia menambahkan, dengan adanya antrian panjang ini para supir truk pengangkut sampah ini pulang hingga sore hari. ” Biasanya jam 12 siang sudah beres semua, dan sekarang harus sore. Itupun masih ngantri,” imbuh dia.

Kedepannya, dia mengharapkan jumlah alat berat pengangkut sampah yang ada di TPA Bakung di tambah untuk mengurangi antrian panjang truk.

” Kalau bisa jangan kayak gini lah, jangan ngantri semoga lancar. Kalau dulu jarang terjadi seperti ini, baru tiga bulan terakhir ini. Kalau untuk solusi memang belum ada, kita cuma bisa pasrah saja. Alatnya cuma dua eskavator saja, kalau bisa ditambah bulldozer satu,” harap Agus.[AHZ]