Diduga ada Indikasi Gratifikasi Rencana PEN dari PT SMI, Ini Jawab Pemkot Bandarlampung

42

GERBANGSUMATERA88.ID,-Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung merencanakan akan melakukan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada PT. SMI sebesar 149 miliar, Rabu, (29/12/21).

Narasumber GerbangSumatera88.id menyampaikan ada dugaan indikasi korupsi atau gratifikasi yang dilakukan Pemkot Bandarlampung kepada Kemendagri dan Kemenkeu RI. Senin (27/12/21).

Narasumber yang tidak ingin disebutkan mengungkapkan modus dugaan tersebut dalam rangka meloloskan PEN PT SMI kepada Pemkot Bandarlampung dari PT. SMI.

“Modusnya dengan pemberian fee oleh Sekretaris BPKAD Kota Bandarlampung Bapak M. Nur Ramdhan kepada dirjen bina keuangan daerah kementerian dalam negeri Untuk menyetujui Pemda Kota Bandarlampung mendapatkan hutang PEN dari PT.SMI” tulisnya.

“Kemudian Sekretaris BPKAD Kota Bandarlampung juga memberikan fee kepada oknum di DJPK Kementerian Keuangan, untuk menyatakan bahwa kota bandar lampung APBD nya layak mendapatkan hutang dr PT.SMI, yg kondisi riinya, sangat akan membebani Apbd Kota Bandar Lampung yang sudah sangat banyak defisitnya.” lanjutnya.

Sekretaris BPKAD Kota Bandarlampung, M.Nuramdhan mengkonfirmasi terkait dugaan tersebut kepada awak media dan mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar kepada awak media di ruang kerjanya pada Selasa, (28/12/21).

“Informasi itu tidak benar, bagaimana kami mau melakukan gratifikasi, Dirjen itu di chat WA tidak membalas, ditelepon tidak mengangkat, apalagi mau ditemui” ungkap Ramdhan.

Lebih lanjut, Ramdhan mengatakan bahwa perjanjian dengan PT. SMI hingga saat ini masih belum selesai, karena belum ada persetujuan dari Kemendagri.

“Dan hingga detik ini perjanjian dengan PT. SMI masih belum selesai, dan baru besok (Rabu, 29/12/21) akan ditandatangani, dan itupun atas kebijakan dari PT. SMI sendiri, karena belum ada persetujuan dari Kemendagri.” pungkasnya. [AHZ]