Terbukti Korupsi Oknum ASN PUPR Lampura Kembali di Tahan Beserta Rekanan ! Masih Adakah TSK Lainnya Yang Terlibat.

53

Lampung Utara – Kembali Kejaksaan Negeri Lampung Utara tahan dua tersangka penyalahgunaan anggaran pengerjaan Jalan di Desa Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan tahun anggaran 2019, Selasa (21/12/2021)

Dijelaskan oleh I Kadek Dwi Ariatmaja selaku Kasi Intel Kejari Lampura, bahwa setelah mendapatkan informasi dari masyarakat setempat pada bulan Maret 2021 dilakukan penyidikan dengan meminta keterangan dari beberapa saksi.

Selain itu dijelaskan juga olehnya, melibatkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut serta pihak penyedia atau yang sering disebut rekanan.

Kedua tersangka tersbut berinisial Y yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan AA merupakan pihak rekanan dari CV. Banjar Negeri.

“Kedua tersangka kita tahan dengan penyalahgunaan anggaran pada peningkatan jalan Cabang Empat, Kalibalangan tahun anggaran 2019,” jelas Kadek.

Disebutkan juga nilai poroyek yaitu sebesar Rp.3.995.547.000,- (Tiga Miliar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Lima Juta Lima Ratus Empat Puluh Tujuh Ribu Rupiah). Anggaran tersebut digunakan untuk penggalian biasa yang akan dilakukan pelapisan agreat, serta lapisan aspal beton.

Namun berdasarkan perhitungan audit ditemukan kekurangan volume dengan nilai kerugian sebesar Ditemukan kurang volume Rp.794.368.321,- ( tujuh ratus sembilan puluh empat juta tiga ratus enam puluh delapan ribu tiga ratus dua puluh satu rupiah).

Kemudian Selasa malam 21 Desember 2021 ini Kejari Lampung Utara berdasarkan dua alat bukti permulaan yang telah cukup menetapkan keduanya sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 2 UU tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman minimal selama 4 tahun dan pasal 3 dengan ancaman hukuman minimal selama 1 tahun. Kini kedua tersangka akan menjalani masa tahanan 20 hari kedepan di Rutan Kelas II Kotabumi.

Tidak hanya sampai disini, pihak Kejaksaan Negeri akan terus melakukan penyidikan lebih lanjut terkait kasus penyalahgunaan anggaran tersebut.

“Kita akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini, karena untuk pembuktian tidak hanya semata-mata cepat menetapkan tersangka, dan Kuta akan terus melakukan penyidikan, kita akan lihat perkembangannya,” pungkas Kadek.(Shanti)