Kadis Kominfo Beri Sangahan Terkait Pemberitaan GI 88 dan Gs 88 Di Media Fajarfokusinformasi Terkait Pemberitaan.

55

Lampung Utara,-Berkenaan dengan terbit dua pemberitaan di media online gerbang Indonesia 88 (GI 88) dan media Gerbang sumatera 88 (GS 88).

Sangat di sayangkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Lampung Utara ,” kata Doni F. Fahmi, Jumat (17/12/2021).

Menurut Kadis Kominfo dengan sapaan akrabnya Bung Doni ,dalam sebuah berita GI 88 dan GS 88,tidak mengabarkan objek dan subjek yang sebenarnya dan tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (K.E.J)

Kedatangan Defri objek Apa “? keruangan saya , apakah mau koordinasi, atau mau ngobrol ,atau mau konfirmasi ,untuk satu pemberitaan ,ini yang saya maksud beda dengan tujuannya.

Apa lagi Defri itu mengaku sebagai pemilik media , yang telah secara langsung bersama wartawannya menulis berita, sudah di duga untuk menggiring opini.

Ngakunya Profesional,ngaku sudah UKW” tapi tidak sesuai dengan pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik (K.E.J),” gram Doni.

Setiap wartawan itu wajib menjaga marwah UU pers no 40 tahun 1999 dan K.E.J, dan tidak untuk di benarkan pemberitaan terkesan sepihak.

Sambung Doni,dalam obrolan tidak terlebih dahulu untuk mempertanyakan , maksud dan tujuan pembicaraan kami berdua , dalam ruangan kerja saya , langsung main berita aja.

Kita harus bedakan,konteks cerita, tukar pendapat dan koordinasi,dengan namanya tugas wartawan, yang memang hendak meminta konfirmasi atau tanggapan ,untuk di muat dalam pemberitaan.

Ini harus kita di bedakan , agar tidak salah paham dan miskomunikasi , sangkal Doni dengan pemberitaan GS 88 dan GI 88 yang seakan-akan menyudutkan dirinya.” beber Doni.

Doni menambahkan apa yang menjadi isi pemberitaan GI 88 dan GS 88 saya tidak pernah, untuk mengizinkan menjadi berita dan menjadi konsumsi publik ,” tegas Doni.

Soal larangan setiap pengunjung menbawa Hendfond (HP) android dan tas, masuk ke ruangan saya, hal ini sudah menjadi ketentuan Standar Operasional Prosedur SOP di Diskominfo.

Demi menjaga keamanan dan kenyamanan dalam berbicara dalam tukar pendapat, tapi bukan untuk di muat dalam pemberitaan,” tandas Doni.

Disela yang berbeda Deferi menjelaskan seharusnya kepala dinas Kominfo bapak Doni klaripikasi dimedia kami terkait Sangahan atas berita yang kami muat,karena kedatangan saya kekantor dinas Kominfo jelas minta keterangan kadis Kominfo terkait dana Advetorial yang sudah kami ajukan,saya juga kaget selama ini tidak pernah berkunjung ke dinas harus meningalkan peralatan kerja,apa salah kami bertanya,terkait larangan membawa peralatan kerja,jadi tamu terkesan ya takut ambil Poto dan rekaman terkait obrolan atau pertanyaan wartawan,”ujar Deferi.

Kalau memang salah kami menulis kami pemilik Gerbang Sumatera 88 dan Gerbang Indonesia 88 minta maaf yang sebesar besarnya kepada kadis Kominfo Lampura Doni,tapi setidaknya ini pembelajaran kita bersama buat media fajarfokusinformasi.com seharusnya kepala dinas Kominfo wajib meminta Sangahan keberatan kemedia yang menulis bukan kemedia luar dari media kami.

Lanjut Deferi Tentang UUD pokok Pers PP 40 Tahun 1999 dalam pasal 5 pers nasional berkewajiban memberikan peristiwa dan opini dengan norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah,pers wajib melayani hak jawab,pers wajib melayani hak koreksi saya minta kawan kawan juga harus paham,”singkat Deferi.(Dilansir www.fajarfokusinformasi.com)