BUPATI SRAGEN AKAN MEMBERI SANKSI BAGI PNS YANG NEKAD KELUAR KOTA MULAI 24 DESEMBER 2 JANUARI 2022

50

Sragen – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2022.Semua PNS di kabupaten Sragen diminta tidak melakukan perjalanan jauh ke luar kota ataupun mudik.


Nagi mereka yang nekad mengabaikan himbauan Bupati sanksi tegas akan diberikan.


Hal itu disampaikan Bupati Sragen,Kusdinar Untung Yuni Sukowati di gedung Kartini, jumat,(3/12/21)

” Sanksi itu mulai dari teguran lesan,tertulis hingga skorsing.Semua tergantung tingkat pelanggaranya ” terangnya.

Dalam penyampaianya Ibu Bupati,selama PPKM level 3 mulai 24 Desember sampai 2 januari 2022 semua PNS Sragen tidak boleh melakukan perjalanan jauh ke luar kota liburan atau mudik.
Kalau mudiknya masih di wilayah Aglomerasi Solo Raya masih bisa dimaklumi.

” Rumah orang tuanya di Klaten,Boyolali,
Wonogiri Sukoharjo Surakarta dan Karanganyar tidak apa apa itu masih bisa dimaklumi karena dekat.yang tidak boleh itu keluar kota yang perjalanannya lama dan jauh seperti ke Jogya Semarang dan sebagainya,’ jelasnya.

Selama diberlakukan PPKM level 3 ,PNS di Sragen akan diterapkan sistim aplus 50 Work From Home (WFH) 50 Work From Office (WFO).
Untuk sektor yang dipandang masuk kemungkinan akan diwajibkan masuk semua.Karena dari analisanya WFH itu tidak efektif dan pekerjaan banyak yang menumpuk.

” Karena WFH itu tidak efektif dan pekerjaan banyak yqn menumpuk.Dan dimungkinkan selama dirumah dolan lebih baik dimasukkan saja,caranya tergantung kepala dinas masing masing,” terangnya.

Larangan libur keluar kota dan mudik itu untuk mengantisipasi potensi munculnya gelombang baru covid-19 varian baru Omicron yang sedang merebak di Afrika.

Dimungkinkan potensi itu muncul pada momen libur Natal dan Tahun Baru. Sebab trennya selama pandemi angka kasus biasanya selalu naik setiap kali ada liburan panjang dan peningkatan mobilitas masyarakat tinggi.

” Grafiknya bisa dilihat,tren kasus covid-19 hampir tiap empat bulan naik grafiknya terus landai lalu naik,kemudian landai terus naik lagi.


Setiap ada kegiatan masyarakat ektra besar angkanya pasti naik.


Untuk itu kami harus bersiap diri.
Maka himbauan kami tahun ini tidak ada perayaan Natal dan Tahun Baru.Untuk kegiatan Natal digereja dilakukan secara sederhana dengan pembatasan jemaat dan juga dilakukan prokes yang ketat, ” terang Buapati lebih tegas. (Hariyadi/Boby K)