Modus Minta Antar Pelaku Nekat Melakukan Aksi Pembegalan di Tangkap Polisi.

430

PALEMBANG – Modus meminta antar ke Rumah Sakit (RS) AR Rasyid, di Jalan HM Soleh, Kecamatan Sukarami Palembang, Angga Saputra (22) nekat melakukan aksi pembegalan terhadap korban Karim (25), di samping RS AR Rasyid Palembang, yang terjadi pada beberapa waktu lalu.

Atas kejadian tersebut pelaku yang berprofesi sebagai tukang parkir ini harus berurusan dengan hukum usai diamankan anggota Unit Pidum dan Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang ditempat persembunyiannya.

Pelaku diberi tindakan tegas terukur (Ditembak_red) dibetis kaki sebelah kanan pada saat akan ditangkap pelaku hendak kabur dan melawan petugas, Senin (29/11/2021) sekitar pukul 23.30 WIB.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, bahwa Bermoduskan meminta antarkan ke RS AR Rasyid Palembang pelaku nekat melakukan aksi pembegalan.

“Sebelum sampai ke RS AR Rasyid pelaku bersama pelaku Pian yang sedang menjalani hukuman melakukan aksi pembegalan dan berhasil mengambil motor korban, pelaku diberi tindakan tegas lantaran hendak kabur pada saat akan diamankan,” ujar Kompol Tri, saat diwawancarai diruang kerjanya, Selasa (30/11/2021).

Kompol Tri menuturkan, dalam aksi pembegalan pelaku bertugas melihat kondisi sekitar sedangan pelaku Pian menakut-nakuti korban dengan mengacungkan senjata tajam (Sajam) jenis parang ke arah korban.

“Korban yang takut langsung kabur meninggalkan motornya, kemudian pelaku dari keterangannya membawa lari motor itu dan menjualnya ke daerah Kertapati dengan temannya pelaku Pian seharga Rp 2 juta,” katanya.

Selain mengamankan pelaku, pihaknya juga turut mengamankan barang bukti berupa satu buah Sajam jenis parang dan satu lembar STNK motor jupiter milik korban.

“Atas ulah pelaku kita jerat hukum penjara diatas lima tahun penjara,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku Angga mengakui perbuatannya melakukan aksi pembegalan terhadap korban dengan modus meminta antar ke RS AR Rasyid Palembang.

“Sebelum sampai ke RS AR Rasyid Palembang kami melakukan aksi itu dan berhasil mengambil motor korban,” tuturnya.

Menurutnya, setelah itu motor di jual ke daerah Kertapati seharga Rp l2 juta.

“Motor kami jual ke temannya Pian seharga Rp2 juta, saya mendapatkan Rp300 ribu dan sisanya pelaku Pian yang mengambilnya. Setelah menjual motor itu kami membeli sabu untuk dikonsumsi,” tukasnya.(*)