Ormas Bidik Lamteng Angkat Bicara Dugaan Penipuan Kwitansi Oleh RS YMC.

33

Lampung Tengah– Kasus dugaan penipuan kwitansi kepada pasien Maria delina oleh pihak Rumah Sakit YMC sepertinya menemui jalan buntu, kemarin rumah sakit YMC diduga menipu pasien dengan kwitansi fiktif yang berisi bedah orthopedi besar yang kenyataannya tidak dilakukan sama sekali menurut ketua Ormas Bidik Lampung Tengah Muhammad Herman selaku kuasa dari pihak korban, Rabu 27 Oktober 2021.

Ditemui di sekretariat Ormas Bidik Lampung Tengah, Muhammad Herman selaku ketua menyatakan manajemen rumah sakit pembohong besar dan menggali kuburan mereka sendiri.

“Dengan melakukan konferensi pers pihak rumah sakit YMC tidak sadar kalau mereka sudah menggali kuburan mereka sendiri dan menjadi pembohong besar, mereka sudah memberikan bukti kebohongan mereka sendiri ke publik dengan adanya konferensi pers” ujar Herman.

Ditanya terkait kebohongan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit YMC, Herman menegaskan tidak ada satupun perkataan mereka yang bisa dibuktikan secara dokumen.

“Tidak ada satupun perkataan mereka yang bisa dipertanggungjawabkan baik dari pernyataan keluarga sudah tanda tangan untuk dilakukan tindakan operasi dan juga penjelasan dari dokter Kumbang selaku yang mengaku melakukan tindakan kepada pasien, dia bilang melakukan tindakan Close reduksi kepada pasien, itu bohong besar” Tegasnya.

Terkait langkah ke depan Ketua DPC Ormas Bidik menegaskan bahwa akan menunggu hasil hasil laporan mereka baik secara hukum maupun untuk pemanggilan dari komisi IV maupun dari Dinkes.

“Kami masih menunggu hasil dari pemeriksaan dari komisi IV maupun dari dinas kesehatan Lampung Tengah,, kami percaya Masyarakat Lampung Tengah masih memiliki orang orang baik dan jujur serta kompeten di bidangnya” bebernya.

Disinggung mengenai rencana apakah Ormas Bidik akan Melakukan aksi turun ke jalan, dia menjelaskan bahwa itu adalah alternatif terakhir jika usaha usaha mereka tidak direspon dengan baik.

“Kita masih percaya kalau akan direspon oleh pihak pihak yang berwenang di bidangnya, Orasi itu sudah alternatif terakhir” pungkasnya. ( Edi )