Oknum Kapolsek Parigi Moutong Tiduri Gadis Karna Janjikan Bebaskan Ayahnya.

48

Palu –Oknum Kapolsek Parigi Moutong, Iptu IDG diduga meniduri gadis 20 tahun, anak seorang tersangka yang sedang ditahan. Oknum kapolsek itu merayu, kemudian menjanjikan membebaskan ayahnya, asal dengan imbalan mau ditiduri. Demi menyelamatkan sang ayah, dan dijanjikan sejumlah uang, sang gadis bersedia melayani hasrat sang perwira pertama tersebut.

Kasus Kapolsek meniduri anak tersangka itu viral di media sosial setelah korban berinisial S bercerita kepada media lokal. Dia mengaku kapolsek tersebut mengirimkan chat mesra serta mengajaknya tidur jika menginginkan uang. Selain itu, kapolsek tersebut juga berjanji akan membebaskan ayah korban yang saat ini sedang menjalani masa tahanan. Kemudian korban terpaksa menurutinya demi bisa membebaskan sang ayah dari penjara.

Pasca kasus itu viral, oknum Kapolsek mendapat banyak kecaman, mulai dari aktivis perlindungan perempuan hingga Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Oknum kapolske itu kini di nonaktifkan, dari jabatannya, dan di tahan di Polda Sulawesi Tenggara (Sulteng)

Informasi di Kabupaten Parimo menyebutkan, awal oknum Kapolsek Parigo Moutong mendapatkan nomor WhatsApp korban, dengan cara meminta saat korban membesuk ayahnya. “Nomornya didapat saat si anak perempuan ini saat membawakan makanan untuk sang ayah yang ditahan di Polsek itu,” kata petugas di Polres Parimo.

Setelah itu, tak hanya rutin mengirim chat mesra, pelaku juga pernah diberi uang dengan dalih membantu ibunya. Padahla oknum Kapolsek Parigi itu bertugas di kecamatan kota. Dia juga sudah memiliki keluarga.

Polda Sulteng kini telah membebastugaskan oknum kapolsek tersebut untuk sementara waktu. Pihaknya turut menurunkan tim internal untuk melakukan pengecekan dan pendalaman terkait kebenaran kabar tersebut

“Oknum Kapolsek tersebut sedang menjalani pemeriksaan. Kalau kasusnya sudah ditangani oleh pihak Polda Sulteng,” kata Kabag Ops Polres Parigi Moutong AKP Junus Achpah.

Hak itu juga dibenarkan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng Kompol Sugeng Lestari, yang menyebutkan oknum Kapolsek tersebut sudah ditahan. “Orangtua S sudah melaporkan kejadian ini ke Propam Polres Parimo pada Jumat 15 Oktober 2021,” kata Sugeng.

Menurut Sugeng Lestari pihaknya akan memanggil sejumlah saksi guna menyelidiki kasus tersebut. “Tentunya penyidik Siepropam Polres Parigi Moutong akan memanggil beberapa saksi, untuk dimintai keterangan,” katanya.

Sugeng menuturkan, itu dilakukan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. oknum Kapolsek itu juga sudah dinonaktifkan dari jabatannya. “Yang saat ini posisi sudah dinonaktifkan sebagai Kapolsek di wilayah hukum Parimo. Itu dilakukan supaya fokus menghadapi pemeriksaan dari penyidik Propam,” katanya.

Sementara oknum kapolsek tersebut mengakui telah mengirim chat mesra dan memberi uang namun dia membantah melakukan persetubuhan.

Kompolnas: Gratifikasi Seksual

Kompolnas menilai Kapolsek Parigi Moutong Iptu IDGN bisa dijerat dengan tuduhan gratifikasi seksual jika dugaan kasus meniduri anak tersangka yang tengah ditahan di Polsek Parigi Moutong itu terbukti.

“Jika benar, maka dapat diduga berpotensi masuk ke kasus korupsi berupa gratifikasi seksual, serta dapat masuk pula ke tindakan pelecehan seksual atau bahkan perkosaan,” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dikonfirmasi, Senin 18 Oktober 2021.

Poengky mengaku juga mendapatkan informasi bahwa Iptu IDGN masih diperiksa oleh Polda Sulteng. Selain gratifikasi seksual, kata Poengky, Iptu IDGN juga berpotensi memperdagangkan kasus dengan keluarga tersangka.Dalam hal ini, Iptu IDGN mengharapkan mendapatkan keuntungan pribadi.

“Jika benar yang bersangkutan melakukan chatting mesra dan tidur dengan anak tersangka, berarti kuat dugaan ada upaya perdagangan dalam penanganan kasus tersangka, yang berpotensi menguntungkan diri sendiri dengan menyalahgunakan jabatan/kewenangan,” ujar dia.

Namun demikian, pihaknya masih menunggu pemeriksaan internal yang tengah dilakukan oleh Polri. Jika tuduhan itu terbukti, Kompolnas mengharapkan adanya sanksi tegas kepada Iptu IDGN.

“Kita semua perlu menunggu kebenaran perkaranya sampai pengawas internal selesai melakukan pemeriksaan. Jika apa yang diungkapkan anak tersangka itu benar, maka jelas perlu ada sanksi tegas bagi si Kapolsek,” ungkap dia.

IPW Kecam

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyatakan pihaknya mengecam keras perbuatan tersebut. Menurutnya, tindakan tersebut sangat bejat sehingga kapolsek tersebut pantas menerima hukuman pidana serta pemecatan. “Ini oknum polisi bejat, harus diproses hukum pidana dan dipecat,” katanya, Jumat 15 Oktober 2021.

Kemudian Sugeng meminta kepada Kapolda Sulteng untuk mengusut kasus tersebut dengan merujuk pada rangkaian perbuatan kapolsek tersebut. Menurutnya, pengakuan kapolsek yang mengirim chat mesra dan memberikan uang menjadi indikasi adanya perbuatan cabul. (red/SL)