BNNP Lampung Sosialisasi Cegah Penyebaran Narkoba

71

Lampung Utara – Sosialisasi Intruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika tahun 2020-2024 di Ruang Tapis Kantor Pemkab Lampung Utara, Rabu (06/10/2021)

Edi Swasono selaku Kepala BNNP LampungL

Sosialisasi ini dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, yang dipimpin Brig. Jend. Pol Drs. Edi Swasono selaku Kepala BNNP Lampung.

Adapun yang mendampingi Brig. Jend. Pol Drs. Edi Swasono sosialisasi ini, yaitu Kepala BNN Kabupaten Way Kanan, Dwi Nurmawaty, S.H., Kabag Umum BNN, Maman Pramana S.P., Koordinator Bag P2M BNNP, Fatwa Zafalali S.E.,M.M., dan Ikko Prayogi selaku staff BNNP.

Selain itu, hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lampung Utara H.Budi Utomo,S.E.,M.M., yang diwakili Sekda Lampung Utara Drs.H.Lekok,M.M., Ketua DPRD Lampung Utara Romli A.md, Dandim 0412/LU, diwakili Plh Pasi Intel Dim 0412/LU Kapten Inf Suroto, Kapolres Lampung Utara diwakili Kasat Intel Polres Utara AKP Dyvia Ardianto,S.Ik., Kajari Lampung Utara Eva Melia S.H.,M.A.

Tidak hanya itu turut hadir juga Asisten I, Mankodri SH. MM., KA Lapas Kelas IIA Lampung Utara Endang Lintang, KA Rutan Kotabumi Mukhlisin, serta pejabat Eselon II dan III Kabupaten Lampung Utara.

 

Dalam sambutan tertulis Bupati Lampung Utara H.Budi Utomo,S.E.,M.M., yang dalam hal ini disampaikan oleh Sekda Lampung Utara, ia menyampaikan masalah peredaran narkotika yang ada di Dunia khususnya Kabupaten Lampung Utara , merupakan masalah bersama.

Sehingga memerlukan suatu strategi yang melibatkan seluruh komponen bangsa, untuk bersatu padu dalam gerakan bersama, dengan meningkatkan kapasitas kelembagaan lintas bidang terkait, meningkatkan kualitas individu aparat, serta menumbuhkan kesadaran, kepedulian dan peran aktif dari komponen masyarakat terhadap seluruh upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Setelah itu disampaikan juga oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, sebagai bentuk sosialisasi yang diberikan bahwa masalah penyalahgunaan narkotika adalah permasalahan yang sangat luar biasa.

“Apalagi Lampung saat ini posisi Lampung itu ada di posisi yang mungkin paling banyak yang menggunakan, jadi kalau kita bicara apa supply jaringan internasional saat ini narkotika jenis sabu yang paling banyak diproduksi ada di Cina tapi sekarang sudah menyebar luas di dunia, bahkan di Lampung,” ucapnya.

“Harga Narkoba di Cina satu kilo nya dijual paling mahal cuma Rp.500.000 (lima ratus ribu rupiah) ya sampai di Kotabumi mungkin satu gramnya sekarang di pasar gelap Rp. 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) jadi kalau sudah sangat luar biasa penyebaran Narkoba ini,” tegasnya¬†

Disebutkan juga ada beberapa jaringan Internasional yang menyerang Indonesia, yaitu Tiongkok, Laos, Vietna, Kamboja, dan ada juga Afghanistan. 

“Kalau wilayah Lampung terkoneksi hanya satu jalur, yai melalui Bakauheni sehingga ini adalah dampaknya. Pasti kita sudah pasti walaupun jadi transit tapi lama-lama kita juga potensi pasar yang luar biasa menjadi marketing juga ini maka sangat dikhawatirkan peredaran gelap narkotika semakin besar di kemudian hari,” jelasnya.

Dalam hal ini Edi Swasono juga mengatakan apabila ada pengguna atau warga yang menyalahgunakan Narkotika maka akan dilakukan rehabilitasi dan itu, terkecuali ia adalah tersangka pidana seperti pengedar maka akan ada sanksi pidana.

Diharapkan juga oleh Sekda Lampung Utara Lekok, agar penyebaran Narkotika jenis apapun di Lampung Utara segera menipis dan hilang agar generasi bangsa dapat menjadi generasi yang berpotensi baik. (Shanti/Ria)