LP3K-RI Minta APIP Bekerja Sesuai SOP Jangan Maen Mata Kepada Oknum.

62

Lampung Utara,-Lembaga Pendidikan Pemantauan dan Pencegahan Korupsi Republik Indonesia LP3K-RI Lampung Utara.

Meminta (APIP)Aparat Pengawas Internal Pemerintah (Inspektorat) Lampung Utara, dapat untuk bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) kewenanganya untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Hal ini di ungkapkan Ketua Harian LP3K-RI Martono pada beberapa media,pasca dari banyaknya laporan pengaduan masyarakat di limpahkan Kejaksaan Negeri Kotabumi, untuk dapat di telaah oleh APIP terlebih dahulu.

Seperti salah satunya Dugaan Korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Suka Sari,Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lampung Utara,”Kata Martono, Sabtu,25/9/2021.

Beberapa waktu bulan yang lalu LP3K-RI telah menyampaikan surat pengaduan, terkait adanya dugaan Perbuatan melawan hukum oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kepala Desa Suka Sari.

Dugaan tersebut antara salah satunya, tidak tersalur operasional pembinaan Karang Taruna,selama tiga tahun dengan jumlah Rp,19,-sembilan belas juta rupiah.

“Itupun sudah di benarkan ada temuan dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP-APIP) sebesar Rp 16,-enam belas juta rupiah, namun dana tersebut telah di kembalikan ke Kas Desa,” beber Martono.

Berangkat ada niatan untuk melakukan hal perbuatan,berarti sudah terbukti, oknum Kepala Desa Suka Sari telah ada niatanya untuk melakukan perbuatan yang melawan hukum.

LP3K-RI berkeyakinan masih banyak rialisasi komponen pada kegiatan lain,telah terjadi hal yang serupa ,”imbuh Martono.

Seperti kegiatan renovasi rumah adat budaya dan ke agamaan,kegiatan safari rhomadan,pembayaran Insentif guru ngaji dan lain-lain,sangat kami yakini memuat dugaan SPJ Fiktif.

Sesuai pengakuan pengurus masjid dan guru nagaji, yang notabenenya hanya menerima honor lebih kurang sebesar 2.400 (dua juta empat ratus ribu rupiah).

Memuat rialisasi dan Rp.30,373,589,-(tiga puluh juta tiga ratus tuju puluh tiga ribu lima,penggunaan dana pembayaran honor dan pembinaan guru ngaji dll.

Penyelenggaran Festival Kesenian, Adat/Kebudayaan, dan Kegamaan (HUT RI,Hari Raya Keagamaan dll) 55,232,125 DD.

Pemeliharaan Sarana Prasarana Kebudayaan,Rumah Adat dan Kegamaan Milik Desa 36,000,000 DD.

Penyelenggaran Pestival Kesenian, Adat, Budaya, Keagamaan ( Hut,Ri ,hut Kab.dll)
Tahun 2019 41,000,000 ADD

Sangat kami yakini dalam SPJ pasti benar, tapi kegiatan tersebut benar atau tidak di laksanakan “Wallahualam Bissawab “cuma tuahan yang tahu.

Bila APIP tidak dapat menemukan ada atau tidak kegiatannya,dalam rialisasi penggunaan dana oleh Pemerintah Desa Suka Sari,”tandasnya.

Sampai berita ini di terbitkan Inspektorat Lampung Utara,belum dapat di konfirmasi terkait, temuan LP3K-RI dugaan Korupsi Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Suka Sari.

Demikian jua Kepala Desa Suka Sari meski sudah bulak balik di Periksa Kejaksaan Negeri Kotabumi, belum juga dapat di Konfirmasi,” (Tim/Red)