Mogok Kerja PT Gunung Madu Plantantons Seluruh Pegawai Reda.

62

Lampung Tengah,- Situasi Mogok kerja yang terjadi di PT. Gunung Madu Plantantions (GMP) di lakukan oleh seluruh pegawai berhasil direda. Bupati yang hadir bersama Kapolres langsung dan Kasat Pol PP langsung meredakan amarah para pekerja yang menuntut kesamaan penghitungan jasa produksi bagi seluruh pegawai.

Perlu diketahui kegiatan perusahaan berhenti sejak Kamis 9 September 2021. Seluruh pekerja mulai dari Divisi 1 dan Divisi 7 berkumpul di Divisi 2 Untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada perusahaan.

Para pegawai berharap tidak adanya perbedaan dalam pembagian Bonus sehingga tidak menjadikan situasi yang merugikan semua pihak.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pekerja Suryadi. Ia berharap pihak perusahaan membubarkan KPI (Key Performence Indikator), sehingga para pekerja mendapatkan pendapatan yang sama seperti di tahun tahun sebelumnya.

“Saya berharap KPI dibubarkan. Karena dengan dibukarkannya KPI para pekerja akan mendapatkan pendapatan yang sama,” jelasnya.

Sementara Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad dan Kapolres, menjadi mediator langsung antara perwakilan perusahaan dan Perwakilan pegawai yang di wakili oleh pengurus unit kerja serikat pekerja seluruh indonesia (PUK SPSI) untuk mendapatkan solusi untuk permasalahan tersebut.

Setelah melakukan Pertemuan selama 8 jam dan berjalan alot, akhirnya tepat pukul 19.00 WIB didapatkan hasil kesepakatan antara kedua belah pihak. Salah satunya penghitungan jasa produksi 2021 akan menggunakan perhitungan PKB sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tahun 2018 – 2019.

“Ada 4 poin kesepakatan antara PUK SPSI dan PT. GMP. Salah satunya itu terkait penghitungan jasa konstruksi tahun 2021 akan menggunakan perhitungan PKB tahun 2018-2019.” Ujar Darul Ketua DPC SPSI Kabupaten Lampung Tengah saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Ditempat terpisah Bupati Lamteng, Musa Ahmad meminta kepada seluruh pegawai agar dapat membubarkan diri dan beraktifitas seperti biasanya.

“Mengingat saat ini masih dalam pandemi dan kita harus bersama sama menjaga protokol kesehatan agar tidak terjadi klaster baru. Saya berharap para pegawai dapat membubarkan diri dan dapat berkerja seperti biasanya.” Ujar Musa. (Edi)