Persoalan Sampah di Lampura Harus Menjadi Perhatian Utama

47
Tomy Suciadi Kepla Dinas Lingkungan Hidup Lampung Utara

Lampung Utara ,-   Demi menjaga kebersihan dan ketertiban di Kabupaten Lampung Utara, Dinas lingkungan hidup (DLH)   setempat meminta seluruh komponen masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan sekitar, Kamis (9/9/2021).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Tomy Suciadi  mengatakan  pengelolaan sampah yang ada di kabupaten Lampung Utara sudah ada peningkatan,
sejak diaadakanya  10 unit  mobil  truk pengangkut sampah, serta bentor yang digunakan untuk mengambil sampah-sampah di setiap kelurahan yang ada di Lampung Utara yang kemudian akan dibawa ke tempat pembuangan sampah yang akan dipilah kembali menjadi kompos.

” Ya untuk pengadaan truk pengangangkut kita sudah memberdayakan 10 unit dengan dibantu dengan bentor yang mengambil di setiap tiap tempat lalu bentor membawa ke tempat pembuangan sampah ,nanti baru petugas mengangkut dengan mobil truk lalu dibawa ke tempat nya di daerah bojong lalu di pilah yang mana yang akan dikelolah lagi menjadi kompos dan sebagainya,” jelas Tomy.

Diungkapkan juga oleh Tomy, persoalan sampah harus menjadi perhatian utama, dan perlu keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam penanganannya. Sebab, Pemerintah  Kabupeten Lampung  Utara  tidak bisa bekerja sendiri, mengingat sumber sampah yang luas mulai dari rumah tangga, industri, pasar, dan dari berbagai aktivitas manusia lainya,seiring pertumbuhan jumlah penduduk, perubahan gaya hidup, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kondisi-kondisi seperti ini yang perlu kita kelola dengan baik, yang direfleksikan dalam langkah-langkah, komunikasi, informasi, dan penyadar-tahuan atau edukasi ,dikarnakan rekan rekan media lah yang cukup mampu untuk mensosialisasikan agar masyarakan ikut serta dalam menjaga dan mengelola sampah yang ada di Lampung Utara,” tambahnya .

Dia menjelaskan, terdapat pergeseran paradigma pengelolaan sampah, dari yang semula kumpul-angkut-buang, menjadi pengurangan di sumber (reduce at source) dan daur ulang sumber daya (resource recycle). Hal tersebut sebagaimana yang tercantum dalam UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Menurutnya, pendekatan tersebut sudah tepat, menggantikan pendekatan end of pipe atau dengan melakukan kombinasi kerja pendekatan end of pipe yang selama ini dijalankan, yakni dengan mengimplementasikan pendekatan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), tanggung jawab produsen yang diperluas (extended producer responsibility, EPR), pengolahan dan pemanfaatan sampah menjadi sumber daya, baik sebagai bahan baku maupun sumber energi terbarukan, serta pemrosesan akhir sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang berwawasan lingkungan.

“Ya untuk pengelolaan sampah dari bentor bentor lalu dibawa ke (TPA) setelah itu dari TPA lalu kita bawa dengan dam truk menuju lokasi dimana tempat pemilahan limbah tersebu, baru kita adakanya pemisahan yang mana yang akan di daur ulang dan pengomposan dan lainya,” ujar Tomy.

Disamping itu Kepaladinas Lingkungan Hidup  Tomy Suciadi memintak kepada masyarakat hususnya Lampung Utara untuk bersama sama supaya dapat melakukan pemanfaatan dan pengelolahan sampah dan meminta kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita.supaya  Lampung Utara tetap bersih dan dan tertib

” Ya saya sebagai Kepala dinas Lingkungan hidup (DLH) mengajak kepada seluruh masyarakat Hususnya yang ada di Lampung Utara Agar    menjaga lingkungan kita bersama dan ikut memberdayakan Sampah  atau limbah supaya tidak adanya penumpukan sampah,” pungkasnya. (zul)