Melalui dinas Pendidikan, Pemkab Salurkan Bantuan Insentif Pada Ribuan Guru di Tuba

48

Tulangbawang-Pemkab Tulangbawang melalui 25 program unggulan Bergerak Melayani Warga (BMW) Pro-Rakyat menyalurkan batuan insentif kepada guru honorer Paud, SD dan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan setempat.

Selain Pemberian insentif guru honor, dilangsungkan juga sekaligus audensi Persatuan Guru Repubik Indonesia (PGRI) tepatnya di Rumah Jabatan Bupati, Jalan Cendana Gunung Sakti Menggala, Rabu (8/9/2021)

Bupati Tulangbawang Hj. Winarti, saat sambutannya menyampaikan, penyaluran insentif ini diberikan kepada sebanyak 3042 orang, sedangkan guru PNS jumlah 1920 orang, hal ini berdasarkan data Dapodik Per Juli 2021. Dimana guru honorer berperan penting dalam pembangunan di Sai Bumi Nenggah Nyappur ini.

“Karena kinerja dan kesejahteraan guru honorer penting untuk menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar yang berkualitas,” ungkap Winarti.

Lebih lanjut Winarti menjelaskan, pemberian insentif guru honorer telah di salurkan sejak tahun 2018 sebanyak 1000 orang SD dan SMP sebesar Rp. 650 ribu per guru total Rp. 650.000.000, untuk PAUD sebanyak 555 orang senilai Rp. 550.000 per guru jumlah Rp. 305.250.000.

Tahun 2019 sebanyak 1118 orang Rp. 750.000 ribu per guru jumlah Rp. 838.500.000, sedangkan PAUD sebanyak 555 orang Rp. 650.000 per guru total Rp. 360.750.000.

Selain itu, Tahun 2020 sebanyak 1118 orang Rp.650.000 ribu per orang dengan jumlah Rp. 838.500.000 dan PAUD sebanyak 555 orang senilai Rp. 650.000 per orang jumlah total Rp 360.750.000.

“Bahkan Tahun 2021 sebanyak 1118 orang Rp. 750.000 per orang jumlah total Rp. 838.500.000, dan PAUD sebanyak 555 orang senilai Rp. 650.000 per orang jumlah toyal Rp 360.750.000,” bebernya.

Ia juga berjanji terkait Insentif guru honorer akan di naikan pada Tahun depan nantinya. Bupati berharap untuk bersabar karna kebijakan harus berproses. Penyaluran bantua insentif guri honorer tersebut di serahkan secara simbolis dari 28 perwakilan.

“Disisi lain, adanya organisasi PGRI mewadahi kepentingan guru honorer untuk mempersatukan dari berbagai latar belakang honorer berbeda, yang mengajar di Sekolah Negeri dan Swasta,” terang Winarti.

Dia mengungkapkan, terbentuknya PGRI honorer jenjang PAUD, SD dan SMP diharapkan dapat terwujudnya persatuan dan kesatuan peningkatan kinerja dan kesejahteraan guru.

“Tetap menjaga kesehatan dalam masa pandemi ini, karena saat ini Tulang Bawang zona kuning dan dapat dikendalikan dengan baik, sehingga baik guru maupun masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan saat Pembelajaran Tatap Muka yang telah di buka dan menerapkan prokes,” tandasnya (can)