Lintah Darat Akan Dikenakan Pasal Berlapis?

126
IPDA Zaldi Selaku Kanit Reskrim Polsek Kotabumi Kota saat diwawancarai oleh pihak media. (foto Zulkifli-Shanti)

Lampung Utara – Terkait permasalahan dugaan ancaman dan penggelapan seoerang rentenir kepada salah satu warga Rejosari, Polsek Kotabumi Kota mengupayakan mediasi antara kedua belah pihak, Kamis (2/9/2021)

Permasalahan rentenir bernama Sakri yang diduga melakukan tindakan  pengancaman dengan senjata tajam terhadap Dicky anak dari korban bernama M.Rizal dan dugaan penggelapan atas dasar surat jaminan berupa SKT (Surat Kepemilikan Tanah) yang juga belum dikembalikan kepada keluarga M.Rizal.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Kotabumi Kota IPDA Zaldi mewakili Kapolsek AIPDA Wahidin menjelaskan, permasalahan tersebut masih dalam prosek penyelidikan. Dalam arti pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari para saksi terkait.

“Jadi kita dari Polsek Kotabumi Kota masih menggali bukti-bukti dan keterangan dari para saksi, apakah kuat dimana ada tindak pindananya, apakah dia di penggelapannnya atau di pengancamannya masih kita gali dan para saski masih ada yang kita perisa,” katanya.

Selain itu, pihak Polsek Kotabumi Kota sedang mengupayakan untuk berkoordinasi dengan kelurahan setempat dengan tujuan apakah dapat dilakukan mediasi antara kedua belah pihak dan tetap melibatkan perangkat desa atau kelurahan setempat dan aparat hukum “Tapi itu masih bergantung sama kedua belah pihak, apakah mau bermediasi atau tidak, namun proses hukum tetap berjalan,” jelas Zaldi.

Sesuai dengan proses hukum, maka pihak kepolisian untuk sementara Sakri akan dilibatkan pasal berlapis setelah pasal 335 tentang pengancaman,  yaitu Pasal 372 KUHPidana tentang penggelapan yang berbunyi “Barang siapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak suatu benda yang sama sekali atau sebahagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan benda itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan, dihukum karena penggelapan, dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun atau denda sebanyak Rp. 900”.

Sementara itu dijelaskan kembali oleh IPDA Zaldi, bahwa Pihak Kepolisian khususnya Polsek Kotabumi Kota masih mengumpulkan bukti-bukti kuat dari para saksi dan akan mengatasi kasus tersebut sesuai dengan aturan hukum yang tertera. “Karena semua perkara itu penting semua, kalau memangmasyarakat sudah ada keputusan puas atau tidaknya dengan hasil yang kita selesaikan baru bisa ditentukan perkara ringan atau beratnya, kita tetap berjalan sesuai dengan aturan hukum,” tutup IPDA Zaldi. (shanti)