Camat Abung Tengah Tatap Muka Bersama Mahasiswa Universitas Muhammadiyah.

66

Lampung Utara,-Camat Abung Tengah Kasim, S.E.,M.M. Tatap Muka bersama Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kotabumi, di Rumah Kediaman Kades Gunung Gijul Kamis 2 September 2021.

Dalam tatap muka tersebut Camat, didampingi Kapolsek Abung Tengah AKP. Tarmadi dan Kepala Desa Gunung Gijul Feri mengucapkan terimakasih kepada para mahasiswa yang telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Abung Tengah ini.

Camat berpesan kepada Saudara Edwin dan rekan rekan agar dapat berbagi pengetahuan dan berinovasi dengan Warga, Khususnya di desa Gunung Gijul, dan desa Pekurun Barat, desa Gunung Gijul salah satu desa tujuan wisata, letak desa paling tinggi dari desa lain yang ada di Kecamatan Abung Tengah, yang mempunyai mata air besar yang mengairi desa desa dibawahnya, desa yang masih mempertahankan Alamnya sebagai sumber kehidupan, dan tetap menjaga Satwa liar yang dilindungi dan juga melarang warga dan pendatang untuk berburu binatang yang ada di alam liar gunung gijul, Ada Kebun Buah Buahan yang beberapa tahun lalu melaksanakan festival Duren, dan Desa Penghasil Madu dan pengembang biakan bermacam macam jenis nya.

Camat menambahkan kepada para mahasiswa KKN dari desa Pekurun Barat yang berkesempatan hadir di desa gunung gijul bahwa desa tersebut salah satu desa penghasil Gula Aren terbesar di Kecamatan Abung Tengah dengan sistem pengolahan masih tradisional, tentunya dengan kahadiran adik adik dapat memberikan masukan agar pengolahan gula arenya dapat lebih efisien lagi.

Disamping Gula Aren yang terkenal di desa Pekurun Barat, Pekurun Barat juga salah satu desa tujuan wisata yang ada di Kabupaten Lampung Utara, saya berharap adik adik dapat memberi warna lebih agar Wisata Air Terjun Klawas dapat lebih dikenal lagi di Luar Kabupaten Lampung Utara. Pungkas Kasim.

Camat juga menyampaikan saat ini masih Pandemi Covid 19, mari adik adik ajak warga untuk Patuh Protokol Kesehatan dengan Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menghindari kerumunan, dan Membatasi Bepergian.(*)