Tim Crocodile Unit Reskrim Polsek Pemulutan Berhasil Amankan Pelaku Pengroyokan

76

Ogan Ilir- TimCrocodile Unit Reskrim Polsek Pemulutan berhasil mengamankan seorang Pemuda 20 tahun setelah mengeroyok seorang pria di wilayah Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, Sabtu (28/08/2021).

Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo shandhy melalui Kapolsek pemulutan IPTU Ikil Alanuari di dampingi Kanit Reskrim IPDA Zulkarnain mengatakan,”aksi pengeroyokan berawal saat korban bernama Mauludin (51 tahun) menyaksikan perkelahian di seberang rumahnya jum’at(27/08/2021)sekira pukul 17:00 wib kemarin.

lalu korban berinisiatif melerai perkelahian antar pemuda itu.

Setelah melerai perkelahian tersebut, korban kembali ke rumahnya.

Tak berselang lama, sekelompok pemuda tadi mendatangi rumah korban di desa simpang pelabuhan dalam kecamatan pemulutan,ogan ilir dengan membawa senjata tajam.

“Sekelompok anak muda yang berjumlah enam orang ini diduga tidak senang kepada korban yang sudah mencampuri urusan nya melerai perkelahian tadi,” ujar kapolsek.

Masih Menurut kapolsek, “berdasarkan keterangan saksi mata di TKP, keenam pelaku membacok dan menikam korban menggunakan senjata.

“Ada yang pakai parang,ada juga yang pakai pisau,” terang Iklil.

Akibat penganiayaan ini, korban mengalami luka di bagian tangan, kaki dan lebam di bagian dada.

Korban pun lalu dibawa ke RSUD Palembang BARI untuk mendapatkan pertolongan.

Polisi lalu memburu para pelaku pengeroyokan hingga malamnya, didapatlah satu orang yang kini ditetapkan tersangka.

“Seorang tersangka bernama Aldi diamankan di Jalan Ahmad Yani, Seberang Ulu II Palembang, semalam pukul 20.00,” terang Iklil.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah parang, sebilah pisau dan motor yang digunakan tersangka untuk melarikan diri.

“Tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” ucap Iklil.

kini polisi sedang memburu lima pelaku pengeroyokan lainnya dengan memeriksa intensif tersangka dan saksi-saksi.

“Kami masih mengejar lima pelaku lainnya. Kami imbau lebih baik kooperatif, menyerahkan diri saja,” tegas Iklil.(Depa yolanda).