CV Glora Karya Kerjakan Proyek Jalan Diduga Asal Jadi.

147

Lampung Utara,-Klarifikasi dari pihak rekanan CV Glora Karya Pada pekerjaan latasir atau hotmix yang berada jalan lingkungan Desa Cempaka , Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara.

Menurut Agus mengatakan pekerjaan bahwaa anak buah kamu itu tidak pegang RAB pekerjaan itu Bes A (Aspal Lansung Hotmix) memang tidak menggunakan batu 3,5 atau 2x 3 katanya, pada sambungan telepon genggam milik dia.

Selanjutnya Agus sebut katakan sama anak buah kamu kalau memang mau memberitakan belajar dululah,”ujar agus.

Berita sebelumnya disenyalir Proyek peningkatan jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR Lampung Utara, diduga asal jadi alias asal -asalan.

Temuan berdasarkan dari hasil tim Investigation Lembaga Penyelidikan Pemantauan dan Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (LP3K-RI-LU), Kamis,( 26/8/2021).

Sumber Dana APBD tahun 2021, Pagu Anggaran Rp. 199.629.000,-(seratus sembilan puluh sembilan juta enam ratus dua puluh sembilan ribu rupiah).

Menurut berberapa tokoh masyarakat pemanfaatan jalan lingkungan yang Indentitasnya tidak ingin disebutkan warga Desa Cempaka , Kecamatan Sungkai Jaya , Kabupaten Lampung Utara.

Dilokasi pekerjaan beberapa tokoh masyarakat, saat dimintai tanggapan oleh Tim Investigasi LP3K-RI bersama dengan awak media”

Mengatakan bahwa pembangunan peningkatan jalan dari onderlah, ke hotmix atau latasir, sangat kami sesalkan, oleh karena kami duga tidak berbobot dan berkualitas ,” bebernya.

Kami sangat heran pekerjaanya kaek main sulap”! jalan itukan tadinya lagi onderlahg , saat peningkatan jalan tampa ada batu 3×5 yang langsung di timpah dengan batu 2×3 dan langsung di latasir/ hotmix, tentunya ada kejanggalan disini ,” timpal masyarakat.

Kami meminta dengan Tim LP3K-RI Lampung Utara dan Awak Media agar dapat menyampaikan informasi ini ke Bupati Lampung Utara dan Kepala Dinas PUPR Lampung Utara.

Untuk meninjau serta memeriksa pekerjaan yang di kerjakan oleh CV Gloria Karya Nusantara selaku pihak ketiga (Pekerja) Agar dapat segera di daur ulang, pada pekerjaan tersebut.

Kami masyarakat mendukung atas upaya percepatan pembangunan tapi tidak seperti ini, pekerjaanya , kalau seperti ini anak bayi yang baru lahir ajak menginjaknya tabur, apalagi nanti kendaraan,” imbuh masyarakat.

Sampai berita ini di terbitkan Dinas PUPR belum dapat dikonfirmasi, (Tim/Red)