Perbaikan Jembatan Wayrarem Sampai Tahap Pengecoran Papan Informasi Belum Dipasang

143
Perbaikan jalan pada malam hari menggunakan penerangan seadanya (Zainal Asikin)

Lampung Utara – Di era keterbukaannya informasi sperti sekarang ini, masih saja ada beberapa kegiatan yang menggunakan anggaran namun tidak transparan terhadap publik, Selasa (24/08/2021)

 

Salah satunya adalah perbaikan Jembatan Way Kunang/Way Rarem yang terletak di Jalan Lintas Sumatera, Desa Aji Kagungan, Kecamatan Abung Kunang, Kabupaten Lampung Utara.

 

Terlihat pada hari ini telah dilakukan pengecoran pada badan jembatan, namun perbaikan jembatan tersebut diduga kurang transparan terhadap publik. Dikarenakan tidak adanya papan informasi atau banner yang menerangkan keterkaitan anggaran dan pemegang atau penanggungjawab proyek tersebut.

Perbaikan jembatan sudah sampai tahap pengecoran (Shanti)

 

Hal tersebut jelas menjadi pertanyaan publik, sampai hari ini pun tidak terlihat sama sekali pemasangan papan informasi dan rambu-rambu lalu lintas.

 

Saat ditanyai kepada salah satu pekerja yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut, mengatakan bahwa mereka hanyalah pekerja dan terkait tidak adanya papan informasi mereka juga mengatakan tidak terlalu paham soal itu.

 

“Kalau papan informasi kami juga kurang tahu, kami cuma kerja bangunannya aja, kalau untuk jalur lintasnya setiap hari ada polisi dan dishub yang ngatur,” katanya.

 

 

 

Salah satu masyarakat setempat bernama Beny sangat mengharapkan agar jembatan tersebut menjadi lebih kokoh dan layak dari perbaikan yang sebelumny. “Jangan belum genap satu tahun akan ada pengerjaan lagi yang nantinya rusak lagi jadi susah kita mau beraktivitas apalagi saya ini pulang pergi ke Waykanan,” tukasnya.

 

Yang lebih mirisnya lagi, pengerjaan pada malam hari pun hanya menggunakan penerangan seadanya. Yang menjadikan pertanyaan adalah apakah pengerjaan di malam hari akan maksimal apabila menggunakan penerangan seadanya?

Perbaikan jalan pada malam hari menggunakan penerangan seadanya (Zainal Asikin)

Tidak hanya perbaikan yang dianggap kurang terbuka pada publik, perbaikan jembatan tersebut juga menimbulkan kemacetan panjang. Dari arah Kotabumi menuju Bukit Kemuning kemacetan terjadi sampai sepanjang kurang lebih lima kilometer.

Kemacetan panjang

Sedangkan dari arah Bukit Kemuning menuju Kotabumi kemacetan terjadi sampai sepanjang kurang lebih tiga kilometer.

Para pengguna jalan kini diarahkan oleh petugas dari pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan.

(Shanti/Asikin)