Mobil Hilang, Artha Prima Finance Buang Badan, PH Tempuh Jalur Hukum.

112

Lampung Tengah,- Diduga kuat hilangnnya Mobil Avanza silver milik konsumen N yang ditarik oleh oknum karyawan Perusaahan pembiayaan Artha Prima Finance kian terkuak.

Hal tersebut mengacu dari keterangan Kepala Cabang (Kacab) Artha Prima Finance, Eri kepada Konsumen N. Dari keterangan Eri yang disampaikan kepada N bahwa mobil miliknya telah hilang.

Hal tersebut bermula pada bulan Februari 2021. N sebagai konsumen telah menunggak angsuran selama 3 bulan kepada perusahaan pembiayaan Artha Prima Finance.

Selanjutnya, karyawan PT. Artha Prima Finance melakukan penarikan paksa mobil Avanza silver dengan Nopol B 1279 BFG dirumah konsumen.

Dari keterangan N, tiga hari setelah penarikan paksa yang dilakukan oleh pihak Artha Prima Finance, dirinya mendatangi perusahaan tersebut. Dan terjadi kesepakatan antara konsumen dan pihak perusahaan, bahwa (N) sebagai debitur akan melunasi sisa pembayaran unit mobil tersebut.

” Mobil Avanza itu, sudah saya bayar 80 juta lebih. Sisa angsuran 8 bulan. Ya sekitar 23 juta lagi sisanya. Dan telah terjadi kesepakatan, saya akan melunasi sisanya. Waktu saya datang ke kantor pada waktu itu untuk melunasi, pak Kacabnya bilang mobil saya hilang,” ungkap N.

Dirinya bersama Penasehat Hukum (PH) Law Firm GENIUS AKBAR, S.H., M.H dan PARTNERS telah melakukan cara persuasif dengan perusahaan. Namun hingga saat ini tidak ada kejelasan. Sehingga ia dan PH sepakat akan membawa masalah ini keranah hukum.

Ditempat terpisah Genius Akbar. S.H.,M.H.,C.M.,C.L.A Selaku penasehat hukum konsumen sekaligus pimpinan dari Law Firm GENIUS AKBAR dan PARTNERS mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan untuk melaporkan Artha Prima Finance kepada pihak yang berwenang agar masalah ini bisa segera diselesaikan secara hukum yang berlaku.

“Artha Prima Finance harus bertanggung jawab atas hilangnya unit mobil konsumen tersebut, dan kami kesini untuk melakukan upaya hukum, nah nanti kita lihat perkembangannya setelah ini, yang jelas setelah kita laporkan pidananya terhadap pihak kepolisian kami akan menggugat secara perdata.” tegasnya.

Ditambahkannya, dilakukannnya jalur hukum sebab, tidak ada kejelasan dan tanggung jawab dari pihak Artha Prima Finance.

“Kita sudah ketemu juga sama pihak legal Artha Prima Finance, tapi tetap saja gada kejelasan. Mereka hanya mengatakan masih dalam penyelidikan perusahaan. Tapi gak jelas. Malah kita disuruh sama si Bambang untuk menempuh jalur hukum. Sebab kita sudah 2 kali melakukan somasi hasilnya sama aja.” Ungkap Genius saat diwawancarai gerbang sumatra88 via telepon seluler, Selasa (17/8/2021).

Lanjutnya, pada Rabu (18/8) pihaknya akan melakukan laporan ke 2 kepada pihak berwajib. Dimana sebelumnya pihaknya telah melakukan pelaporan atas diambilnya mobil secara paksa oleh pihak Artha Prima Finance.

“Rabu besok kita akan melakukan pelaporan yang kedua. Laporan ini terkiat hilangnya kendaraan mobil milik N oleh pihak Artha Prima Finance. Dimana pada laporan pertama terkait perampasan mobil.” Tegasnya.

Genius berharap agar pihak berwenang atau aparat penegak hukum (APH) bisa mengusut tuntas masalah ini sampai tuntas. Sebab, jika dibiarkan maka akan ada lagi korban berikutnya yang sama seperti yang terjadi pada saat ini.

“Kami berharap kepada APH bisa mengambil langkah langkah untuk klarifikasi dan pembuktian terkait masalah ini dikarena perbuatan tersebut tidak dibenarkan apapun bentuknya.” Tutupnya. ( Edi )