Toilet Bantuan Pemerintah Kok Warga Masih Pakai Dana Pribadi

105

Lampung Utara – Proyek Kelurahan Tanjung Harapan berupa pembuatan toilet (WC), warga yang mendapatkan banyak mengeluarkan dana pribadi, Senin (16/8/2021)

Salah satunya yang disalurkan kepada Nur Sakiah yang beralamatkan di Jalan Kapten Mustofa, Gang Kurnia 1, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan. 

Keluarga tersebut menjelaskan bahwa, awal mula mendapatkan bantuan tersebut akan terima bersih, hanya untuk penggalian lubang dan saluran dilakukan sendiri oleh penerima bantuan. 

“Kan kami waktu didata dan waktu dapat bantuan ini kata mereka nanti terima bersih cuma gali lubang saluran itu kita sendiri,” katanya.

Namun, setelah keluarga Nur Sakiah mengeluarkan dana pribadi hingga Rp.750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dengan melakukan penggalian sebanyak dua kali. Setalah itu ketika akan melakukan pemasangan paralon, buruh harian yang bertugas meminta keluarga tersebut untuk membeli paralon tambahan.

Mendengar hal tersebut, keluarga Nur Sakiah terkejut dan merasa bertanya-tanya mengapa harus ada dana tambahan untuk pembelian paralon tersebut sedangkan penerima bantuan hanya dibebankan untuk penggalian lubang saluran, tidak lebih?

Sedangkan menurut salah satu buruh, proyek tersebut senilai Rp.15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah) untuk satu keluarga.

“Kok kita malah disuruh beli paralon lagi sedangkan katanya kita cuma gali aja, kalau begitu kita kan gak punya dana lagi untuk itu, malah tadi yang punya proyek ini bawa pergi papan-papan dan alat-alat katanya ini sudah selesai,” jelasnya.

Saat ditanyai kepada buruh harian mengapa ada tambahan dana, kedua buruh harian tersebut menjawab itu perintah dari yang memegang proyek tersebut bernama Minto yang juga merupakan warga Kelurahan Tanjung Harapan.

Namun, sampai berita ini diterbitkan Minto tidak dapat ditemui dan belum juga memberi penjelasan. (Shanti)