Anggota DPRD Demokrat Lampura Beri Tanggapan Untuk Bawa Berita RM Ke Polda Lampung.

24

Lampung Utara,-Cuitan Oknum DPRD FB Rendi Demokrat terkait Nasi bungkus Belatungan beri saran komentar dikolom laman berita siber blogua.co.id  pemilik Rumah Makan yang menempati Rumah Makan Ampera Pondok Putri di Pasar Bukit Kemunig, pada pagi dan siang hari.Rabu,(21/7/2021).

FB Komentar Anggota DPRD Lampura Rendi Beri Tangapan Terkait Rumah Makan Nasi Basi dan Belatung,(Awpi)

Tidak lain mereka adalah Pemilik Rumah UNI, yang berada di Desa Muara Aman bernama Apsyah & Ibnu, Kecamatan Bukit Kemunig Kabupaten Lampung Utara.

Peristiwa” Pasca pemberitaan di lansir beberapa media diduga Rumah Makan (RM) milik Apsyah dan Ibnu oleh pekerjanya, telah lalai menbungkus nasi menu ayam disenyalir sudah tidak layak untuk dikonsumsi manusia pada daging ayam ada Ulat Belatung ,” hari Kamis, (15/7/2021).

Seperti yang disampaikan korban Leni sebelumnya pada tanggal (16/7) . Saat dikonfirmasi oleh beberapa wartawan ditempat usahanya korban, di Lapak Buah Pasar Bukit Kemunig , Lampung Utara, beberapa hari lalu.

Korban menbeli nasi menu ayam di RM – APP yang ditempati oleh RM -UNI pada pagi dan siang hari, saat ingin dikonsumsi terlihat ada ulat belatung.

Pada akhirnya nasi dikembalikan korban kepada pemilik RM melalui pelayan RM tersebut ,” sebut dari korban dilaman media sebelumnya

Peristiwa tersebut nampaknya akan semakin memanas seperti dalam kolom-kolom pemberitaan yang dilansir media di sosial media Fecbook (FB) dan Akun YouTube.

Mendapatkan tanggapan dalam kolom komentar yang ditulis oleh seorang diduga salah satu Oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Lampung Utara dalam akun sosial media FB.

Akun tersebut bernama RENDI DEMOKRAT di dalam grup MENUJU LAMPUNG UTARA BANGKIT BERSAMA pada postingan Pelita Yandi, terkait pemberitaan laman server Blogua, yang memberitakan peristiwa dari nasi bungkus menu ayam diduga ada (Ulat Belatung)

Akun Rendi Demokrat meulis pada kolom komentar sekira pukul 10 Wib, 30 menit yang lalu sebelum berita ini diterbitkan pada, hari Rabu , 21/7/2021.

Akun RENDI DEMOKRAT menulis menbalas komentar ” Pelita Yandi ” dalam tulisnya Maaf senior ..kalo menurut sy laporkan saja ke POLDA LAMPUNG biar urusan ini segera tuntas dan tidak berlarut-l arut.. maaf sekedar saran 

Lanjutnya Lagi ” Pelita Yandi” Sy sudah coba untuk mediasi persoalan ini,tapi dgn hebat nya sy di minta ke kantor Lipan,jadi menurut saya klo memang sdah tidak bisa lagi baik baik ya sudah…Polda Lampung tempat nya

Komentar selanjutnya Akun Rendi Demokrat “Pelita Yandi” ketua lipan yg minta sy ke kantor,itu tidak etis..hari ini sy hanya ingin yg terbaik,agar persoalan ini bisa tuntas..karna sejak sy SD pun rumah makan ini sdah ada… artinya ini sdah lama berdiri dan tidak ada masalah selama ini…klo pun hari ini ada masalah terkait pemberitaan ini bang,ini pasti bkn unsur sengaja…yg jelas manusia ini tempat khilaf..Allah SWT pun bisa memaafkan knp kita tidak… Ini saran bang… 

Berdayung sambut dalam kolom komentar “Akun Rubi Anto”menulis Dunia ini terlalu di besarkan bang seperti kasus teroris 

Disambut lagi oleh Akun “Ayus Kiyay” laju hilang kasus covid bang karna urusan ini … lapor ke Polda Lampung biar laju selesai suruh tutup biar puas.

Kembali kolom komentar disambut “Akun Rubi Anto” menulis, Saya sebagai salah satu pelanggan di rumah makan ini, insyaallah tidak pernah menemukan permasalahan seperti ini.. semoga kejadian ini menjadi pelajaran untuk kita semuanya.. untuk RM yang sedang di beritakan terus lah berusaha dan tingkatkan kualitas dan pelayanan ..

Secara terpisah Komentar tersebut disambut oleh Leni ( Nurlelawati) selaku korban dalam tanggapanya mengenai beberapa Komentar di akun sosial media (Sosmed FB), mereka mungkin belum pernah merasakan kalau diri mereka di sepelekan,” tanggapnya, dalam sambungan telepon genggam miliknya, Rabu, (21/7/2021).

Menurut Leni” Sebelumnya saya juga tidak ada niatan untuk besar- besarkan masalah, secara Adtitut (Etika) saya sudah mengembalikan nasi bungkus yang saya harapkan ada pelayanan yang terbaik dari Pemilik Rumah Makan , tapi saya justru tidak dianggap dicuekin begitu saja oleh mereka ,” Ujar Leni pada via tlp gemgam miliknya.

Kenapa ketika masalah ini menjadi besar diangkat oleh media, malah saya yang disalahkan Pak RENDI Dewan yang sangat Terhormat , dan kenapa pemilik Rumah Makan yang katanya hendak menemui saya , sampai sekarang saya tidak ditemui oleh mereka , lewat aja mukanya merunduk ,” beber Leni.

Kalau memang kata Pak Dewanku yang terhormat harus ke POLDA Lampung, mari Pak Dewan ayuk kita sama – sama Ke POLDA Lampung ,” ajak Leni.

Leni juga menyayangkan kenapa pak Rendi Dewan yang terhormat mau mediasi dengan orang lain yang bersangkutan itukan saya.

Bukan orang lain dan bukan satu organisasi atau kelompok tertentu, temui saya dong pak dewan, saya inilah korbanya, media itu sekedar menulis dari apa yang mereka temukan pak Dewan ,” tutup Leni.

Sampai berita ini diterbitkan akun FB Rendi Demokrat ” hendak mediasi tidak dilayani oleh Ketua LIPAN yang dia-red Rendi anggap tidak etis datang ke Kantor LIPAN.

Sepengetahuan media ini LIPAN dilampung Utara tidak ada lagi, alias sudah dibubarkan oleh Ketua LIPAN sebelumnya Mintaria Gunadi ,” (Tim / AWPI)