Kekeh Tak Mau Damai, Akhirnya Reja, Minta Di Dampingi LAN

184

BANDAR LAMPUNG-Reja Sabrian (25) warga kelurahan Kupang Teba Kecamatan Teluk Betung utara bandar lampung, akhir nya Senin malam (05/4/2021) menyerahkan kuasa hukumnya kepada LBH Anak Negeri Bandar Lampung.

Hal ini dilakukan, untuk menindak lanjuti, terkait laporannya atas penggelapan kendaraan roda dua miliknya pada Polsek Teluk Betung Utara (TBU) sehari sebelumnya.

Diketahui proses hukum atas laporan nya dengan tanda bukti laporan nomor : TBL/B/254-B/IV/2021/LPG/RESTA BALAM/SEKTOR TBU, sudah berjalan, perkembangan terakhir petugas pemeriksa sudah mengambil keterangan saksi.
Dengan menanda tangani surat kuasa antara pihak korban dan LBH Anak Negeri Bandar Lampung, maka semua upaya yang dilakukan diwakilikan kepada LBH Anak Negeri Bandar Lampung tersebut.
“Kami akan mengawal Kasus ini hingga di adili di pengadilan,” ujar Safrudin, Ag Ketua DPC Lembakum Anak Negeri  Bandar Lampung kepada awak media Senin kemarin (05/04/2021).
Safrudin mengatakan, berdasarkan kronologi kejadian yang di ceritakan,  Reja, pihaknya menyakini bahwa cliennya adalah telah di rugikan oleh terlapor inisial P.

Hal senada diungkap oleh Holdin, SH salah seorang advokat yang juga menjadi Pengacara di kasus tersebut, selain keterangan korban serta beberapa petunjuk yang ia dapati, bahwa terlapor P, tidak bisa merampas atau memindahkan sepeda milik Reja meski ada kaitan hutang piutang antara ibunya dan terlapor.

“Terlapor sudah masuk unsur pidana, sebab dengan cara menipu, berbohong, berniat menguasai, dengan menyandera kendaraan clien kami,” jelas Holdin, SH.
Oleh karena itu, dalam waktu dekat dia dan rekan rekan nya yang bernaung di LBH Anak Negeri akan berkordinasi denga pihak Polsek Teluk Betung Utara.
“Kami akan berkoordinasi dengan petugas Polsek TBU untuk menindak lanjuti kasus ini,” pungkas.

Terpisah, Ari selaku sekretaris LBH Anak Negeri Bandar Lampung ketika di konfirmasi terkait kasus tersebut juga mengatakan bahwa kejadian yang di alami Reja termasuk tindak pidana, meski orang tua Reja ada hutang ke terlapor (perdata).

“Hukum harus di tegakkan agar masyarakat mendapatkan Keadilan. tidak boleh di biarkan meski ada alasan hutang piutang,” ujar Ari singkat. (M-2)