Antok Mengucapkan Permintaan Maaf dengan Pimpinan Redaksi Fajarfokusinformasi.com.

54

Lampung Utara – Menyikapi persoalan terkait dengan pemberitaan yang di lansir media ini sebelumnya mengenai seorang oknum wartawan bernama Antok Puji mengaku selaku perwakilan Dewan Pers di Lampung Utara.

Selanjutnya dia-red Antok” di duga melakukan pengancaman dengan Arman, yang berbahasa tunggu ya nanti kami di telpon dan dijemput oleh Intel bernama Wiwin.

Terkait hal tersebut dia-red Antok” mengucapkan permintaan maaf dengan Mintaria Gunadi selaku Pimpinan Redaksi fajarfokusinformasi.com.dan awak media lainnya.

Ucapan maaf ini sampaikanya ” di hadapan puluhan rekan awak media dan di saksikan oleh beberapa orang saksi lainnya di Sekretariat DPC- AWPI Lampung Utara.” Kamis,(14/1/2020).

Antok pun mengakui kesalahannya” dan tidak akan mengulangi perbuatanya lagi.

“Yang menurut dia peristiwa merupakan kehilapanya atas ucapan di telepon genggam miliknya,dengan Arman,” tuturnya.

Ditempat yang sama Mintaria Gunadi memaafkan Antok,tuhan saja maha pemaaf dan pengampun apa lagi kita sebagai hambanya.

Terpenting dari pristiwa ini bahan pembelajaran untuk kita semua dalam menjalankan Profesi, agar hal serupa seperti ini tidak terulang lagi,”jelasnya.

Muara personal yang sempat membuat Antok Puji mengeluarkan bahasa tidak elok di dengar “

Terkait dengan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Suka Sari Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.

Yang di duga pada pelaksanaan kegiatan dimaksud menyalahi prosedur yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Kuat dugaan ada penyimpangan anggaran oleh oknum yang tidak bertanggung jawab pada Anggaran Proyek P3-TGAI dimaksud.

Hal ini disampaikan olehi masyarakat Desa setempat yang mengatakan rasa kekecewaan hasil dari pembangunan proyek di desanya dalam Program kementerian PUPR SDA di sebut P3-TGAI.

Dengan Pagu Anggaran Rp.195,-seratus sembilan puluh lima juta-pertik, pada hitungan jam sudah hancur.” Sebut masyarakat dengan media ini (12/1) lalu.

Menurut beberapa masyarakat , pekerja bahwa yang menggunakan rangkaian besi hanya 6 ( enam) biji saja dari 2500 paving blok.

” Sementara ada 3 titik yang di laksanakan pembangunan di desa suka sari di bagi.3 (tiga) kelompok yang berbeda.

“Jumlah total paving block keseluruhan 7500 dengan panjang keseluruhan 1500 meter Velume 60 X 80.

Adapun dugaan kami terkait dengan anggran pembelian besi sedangkan cetak paving yang di gantikan dengan bambu.”ujar masyarakat.

Masih menurut pekerja” Harian Ongkos Kerja (HOK) di borongkan dengan jumlah Rp 15.-( lima belas juta ) per-titik, di kali 3 ( tiga ) keseluruhan Rp 45 000 000 (empat puluh lima juta).

Besaran anggaran itu dimulai dariari pembuatan Paving / Penggalian sampai pada pemasangan. Paving”

Setelah kami ketahui dari sumber-sumber yang kami percaya,bahwasanya upah tersebut harus sesuai ketentuan Mentri dalam pelaksanaan Padat Karya Tunai PKT HOK dengan besaran HOK Maksimal 30% persen dari nilai pagu anggaran yang tersedia,” Sebutnya.

Adapun keterangan warga desa suka sari yang di himpun fajarfokusinformasi.com bahwa ketua kelompok yang seharusnya bersama kelompok tani atau kelompok pengguna air pesawahan.

Tetapi program ini di ambil alih semua oleh keluarga kepala desa Suka sari bpk Sarceng dan keluarganya , Anak ,,menantu Hinga cucunya,”terang masyarakat.

Bahkan ada salah satu ketua kelompoknya yang merangkap 5 jabatan di desa suka sari tersebut.Menurut narasumber yang sama.

Tanda ketidak puasan masyarakat dan rasa kekecewaan warga bahkan masyarakat memberikan keterangan hingga membuat surat pernyataan sebagai bentuk ketidak percayaannya terhadap Pemerintah Desa Suka Sari, yang diberikan kepada media ini.

Pada dasar isi dari pernyaataan masyarakat di maksud mereka siap bertanggung jawab bila dari isi pemberitaan di media ini tidak benar ,dan agar dapat di sampaikan kepada pihak-pihak yang berwenang.

Sayangnya terkait dengan apa yang di sampaikan masyaraka,baik ketua kelompok selaku (P3A) hendak dikonfirmasi, menghindari wartawan FFI dengan cara pergi tampa basa basi.

Begitu juga Kepala Desa selaku Penanggung Jawab Program P3-TGAI tidak dapat di konfirmasi, menghindar dan selalu menghindar sampai berita ini di terbitkan.(Rilis).