Gempa Susulan Menerpa Pejabat Pemkab Lampura

276

Lampung Utara – Pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipanggil oleh Kejaksaan Negeri Lampung Utara dengan adanya dugaan korupsi di tubuh Dinas PUPR Lampung Utara, Rabu(13/01/2021).

Pejabat PUPR yang dipanggil oleh Kejaksaan Negeri ini berjumlah 6 (enam) orang, diantaranya adalah BPTK,  BPHP, serta Kepala Bidang yang bertanggung jawab dalam proyek.

Dugaan terjadi nya korupsi terkait dengan adanya proyek program peningkatan badan jalan di Abung Selatan, Kalibalangan pada tahun 2019.

Kamsuhardi salah satu dari 6 orang yang diperiksa, saat dimintai keterangan terkait pemanggilannya oleh Kejaksaan Negeri, ia hanya menjelaskan sedikit informasi. Namun pada saat dimintai keterangan lebih lanjut, Kamsuhardi enggan memberi penjelasan dikarenakan pemeriksaan masih akan berlanjut dan beralasan untuk melakukan istirahat dan ibadah sholat Dzuhur.

“Ada 6 orang yang diperiksa ini masih 3 orang yang diperiksa belum selesai, nanti masih ada periksa lanjutan lagi cuma sekarang mau istirahat sholat dulu”tegasnya.

Peningkatan badan jalan yang senilai 3,9M pada tahun 2019,abung Selatan Kalibalangan cabang 4 itu di diduga negara mengalami kerugian mencapai 700 juta lebih, 6 pejabat PUPR yang diperiksa diantaranya  BPTK, BPHP, serta Kepala Bidang yang bertanggung jawab atas proyek tersebut. 3 diantara 6 pejabat tersebut adalah Kamsuhardi,  Rio, Dan Jefri dan 1 orang wanita.

Hafidz,SH.,MH selaku Kasi Intel Kejaksaan Negeri menjelaskan, bahwa pemeriksaan terhadap 6 pejabat tersebut berlangsung hingga 4-6 jam, dengan indikasi tidak adanya kesesuaian pekerjaan dilapangan dengan dokumen yang tercatat oleh PUPR. Untuk tahap pemeriksaan tidak ditemukannya hambatan dikarenakan semua berjalan dengan kooperatif, sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh Kejaksaan. Untuk selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kembali terhadap 6 pejabat tersebut seiring dengan pihak Kejaksaan akan menyelidiki hasil pemeriksaan.

“Untuk selanjutnya nanti kita akan lakukakan pemanggilan dan pemeriksaan lagi apabila hasil pemeriksaan yang kemarin terselesaikan, untuk tersangka belum bisa kita tentukan karena ini masih dalam tahap pemeriksaan awal dan masih ada pemeriksaan lagi,”pungkas Hafidz. (Shanti/Vivi)