LSM Lipan Terus Suarakan Isi Hati Masyarakat Terkait Gas 3kg di Jaman Covid-19

44

Lampung Utara, – Maju tak gentar moto Perjuangan Aktifis LSM Lembaga Independen Pemantau Anggaran Negara LIPAN Lampung Utara.

Menyikapi kepentingan masyarakat selaku konsumen Gas LPG Tertentu 3Kg ditengah Pademi Covid19 dengan harga Gas HET tidak mengikuti Prosedur yang berlaku.

Uapaya pendalaman berbagai masalah telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Lampung Utara.

Mintaria Gunadi” Sangat mengapresiasi dan berterimakasih dengan Pemerintah Daerah Lampung Utara, yang sudah dengan cepat dan tepat merespon apa yang menjadi temuan kami dilapangan.” Katanya.Selasa,12/1/2020

Menurut Gunadi” Dari berbagai hal masalah dalam Pendistribusian Gas LPG 3Kg, hingga ke sasaran penggunanya yang sudah cukup meresahkan dan sangat membebani masyarakat miskin .” Ujarnya.

Hal ini yang membuat Pemerintah setempat mangadakan Inspeksi Sidak kemarin,11/1.Untuk mendalami atas dugaan banyak penyimpangan Gas LPG Tertentu pada Pendistribusian hingaa Harga Eceran Tertinggi di Pangkalan Gas LPG .” Sebutnya.

Pada dasar rujukan temuan-temuan kami berdasarkan Surat Edaran SE Keputusan Gubernur Lampung Nomor ; G/869/B.IV/HK/2019″ dengan batasan Harga Eceran Tertinggi HET Rp18,-delapan belas ribu rupiah.” Jelasnya

Tapi Pakta terjadi dilapangan di duga Agen yang di tunjuk oleh PT. Pertamina selaku Agen Pendistribusian Gas LPG Tertentu 3 Kg,diduga menbuat Regulasi semaunya di luar keputusan PT. Pertamina.”Beber Gunadi.

Gunadi mencontohkan” Pertama Agen Gas LPG tertentu yang di tunjuk oleh PT. Pertamina melakukan penjualan Tabung Gas LPG tertentu”

Dengan Pangkalan yang belum terdaftar di PT.Pertamina atau patut di duga sebuah Pangkalan Gas LPG Tertentu (ELIGAL) yang sudah beroperasi sebagai Pangkalan Gas LPG 3Kg berjalan 3 Tahun.

“Kedua Agen di tunjuk PT. Pertamina menambahkan Kouta dengan Pangkalan di luar dari sepengetahuan PT. Pertamina.” Terang Gunadi.

Selanjutnya Pangkalan yang di duga Ilegal membeli Gas LPG Tertentu dengan Agen seharga Rp.18.-delapan belas ribu rupiah.

“Sehingga Pangkalan menjual Gas LPG Tertentu seharga Rp.20,-dua puluh ribu rupiah, sampai 23,-dua puluh tiga ribu rupiah.

Masih menurut Gunadi” Ada juga Pangkalan Resmi yang di tunjuk PT. Pertamina menjual Gas LPG di atas HET dari 18,-delapan belas ribu rupiah,harga itu di maulai dari Rp.23-dua puluh tiga ribu rupiah sampai 25,dua puluh lima ribu rupiah.

Sehingga di warung-warung kecil atau pedagang kecil Eceran Tertinggi Gas LPG Tertenu bervariatif dimulai dari 28,-dua puluh delapan ribu rupiah hingga sampai 32,-tiga puluh dua ribu rupiah.

Namun dibalik Inspeksi Mendadak kemarin ada yang sangat Gunadi sayangkan dan sangat lebih ‘luar biasa’ ketika pihak Pemkab Inspeksi Mendadak membawa salah satu pengelola atau distributor PT. Rizky Eka Windu,dengan alasan ditunjuk oleh PT. Pertamina.” Ungkapnya.

Gunadi melanjutkan, Tim Investigasi LIPAN Lampung Utara selama di lapangan,sudah keluar masuk ke berbagai pelosok Desa.

Guna mengumpulkan bukti-bukti yang dibutuhkan,bahkan sudah mendapatkan pengakuan oleh salah satu warga setempat yang mengatakan ada pangkalan yang menjual di atas HET.

“Tim saya yang turun kelapangan,tidak mengenal waktu, panas, hujan, masuk desa keluar desa, semata-mata hanya untuk menjalankan fungsi kontrol sosial kami.

“Dan bermaksud untuk membantu masyarakat ekonomi kelas bawah yang ada di Kabupaten Lampura, di masa semua serba sulit,untuk bertahan hidup saja sudah bersyukur,” jelasnya.

Gunadi secara tegas akan terus berkomitmen penuh untuk tetap memperjuangkan nasib masyarakat Lampung Utara.

Dari berbagai upaya baik melewati aksi nyata nantinya dan apapun resiko yang akan dialaminya, Ia tak gentar untuk tetap berjuang demi kemaslahatan orang banyak.

“Apapun resikonya, saya dan teman-teman DPD-LIPAN Lampung Utara akan terus berjuang melawan kezoliman dengan aksi-aksi nyata di lapangan,” pungkasnya.”(Pers/Rilis).