FPI dan MPI Gruduk Polres Lampura

24

Lampung Utara,-Sebanyak 30 orang anggota Fron Pembela Islam dan Mujahidah Pembela Islam Kabupaten Lampung Utara, Rabu siang pukul 13.30 wib mendatangi mapolres setempat. (16/12/2020).

Dalam aksi demonya untuk menuntut di ungkapnya kasus pembantaian 6 Syuhada laskar FPI yang mati syahid saat mengawal IMAM BESAR HABIB RIZIEQ SIHAB dan keluarga, akibat ditembak aparat kepolisian beberapa waktu lalu.

Di kilo meter 50 TOL jagorawi, yang menjadi Tragedi kemanusian Serta di tahannya IB HRS oleh Polda Metro Jaya.

Saat mendatangi mapolres lampung utara, anggota FPI dan MPI yang terdiri dari 10 laki-laki yaitu 6 orang Tandfizi dan 4 simpatisan beserta 20 orang Emak-Emak, yang dipimpin langsung oleh Hj. Mery selaku ketua MPI Provinsi Lampung ini Sempat dihalangi dan tidak boleh masuk oleh petugas.

Namun, setelah terjadi perdebatan yang alot antara petugas dan anggota FPI dan MPI akhirnya rombongan di perbolehkan masuk dengan pengawalan ketat pihak kepolisian yang berjumlah 100 personil ini langsung diterima oleh Kabag Sumda, Kompol Suharto beserta jajarannya di ruang SPKT Polres Lampura.

Usai menyampaikan maksud dan tujuannya, Hj mery yang akrab disapa bunda mery ini pun membacakan tuntutannya di depan seluruh anggota polisi dan FPI serta MPI yang hadir. Serta memberikan satu buah map berisi tuntutan dan kain pocong sebagai simbol matinya keadilan di Indonesia ini.

Disela-sela aksinya, Bunda mery selaku kordinator mengatakan kepada awak media bahwa aksi damai kali ini dilakukan untuk meminta aparat Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas Tragedi kemanusian yang menimpa 6 laskar FPI dan membebaskan IH HRS,”tegasnya.

“Kami kemari untuk meminta pihak kepolisian segera mengusut dengan tuntas Tragedi kemanusian di KM 50 TOL JAGORAWI yang mengakibatkan 6 Syuhada laskar FPI pengawal IB HRS mati syahid dan meminta Polda Metro Jaya membebaskan IMAM BESAR kami IB HRS,”ujar bunda Mery.

Karna kami menilai terjadi ketidak adilan dalam perkara yang menimpa IB HRS, Jika tuntutan kami ini tidak di penuhi Kami siap dan rela untuk menyerahkan diri ke kantor polisi, karna kami juga hadir saat penjemputan IB HRS di Bandara Sokarno-Hatta dan SHOLAWATAN,”pungkas Bunda Mery.(red)