Pastikan Pilkada Aman dan Damai, Penggerak Millenial Indonesia Gelar Webinar

36

Bandar Lampung,-Penggerak Millenial Indonesia (PMI) mengelar webinar diskusi menyoal keberlangsungan demokrasi di tengah pandemi pada, Senin (7/12/2020).

Koordinator PMI, Adhia Muzakki mengatakan, dalam keadaan pandemi, Pilkada serentak ini harus menjadi perhatian bersama demi terciptanya demokrasi yang lebih baik. Ia beserta pihaknya akan mengawal dan memastikan proses Pilkada ini mampu berjalan dengan damai dan aman.

“Diskusi ini kami adakan untuk memastikan seluruh persiapan menjelang pesta demokrasi di tengah pandemi. Kami tidak ingin, Pilkada serentak nanti mengganggu proses demokrasi kita. Dan kita akan kawal penuh proses Pilkada kali ini,” ujar Adhia saat dimintai keterangan, Senin (7/12/2020).

Sementara itu, Komisioner KPU RI, Viryan menyebut pihaknya sudah berikhtiar sekuat mungkin menjadi bagian dari proses demokrasi untuk tetap menunaikan kewajiban hak konstutusional warga. KPU, lanjut Viryan akan memastikan bahwa seluruh pemilih nantinya mentaati seluruh protokol kesehatan yang berlaku demi keselematan bersama.

“Saya turun ke banyak daerah, saya sampaikan bila ada warga ke TPS tidak membawa masker dia akan membahayakan dirinya dan sekelilingnya. Hal tersebut akan membuka ruang klaster baru. Menjadi penting untuk menerapkan protokol kesehatan, demi keselamatan kita semua sebagai hukum tertinggi,” ujarnya.

Sedangkan Komisioner Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar menuturkan pentingnya kolaborasi antar sesama demi suksesnya agenda seluruh bangsa Indonesia dalam menentukan pemimpin. Ia juga berharap kepada kaum millenial untuk terlibat aktif dalam proses Pilkada serentak tahun 2020 ini.

“Bagaimanapun, Pilkada kali ini menjadi agenda kita bersama. Kita harus maju untuk mensukseskan agenda ini pada 9 Desember besok. Kaum millenial punya kontribusi luar biasa untuk terlibat aktif dalam mengawasi proses Pemilu kali ini,” tuturnya.

Atas kerja keras penyelenggara Pemilu, Peneliti LIPI, Lili Romli mengapresiasi kerja keras yang dilakukan oleh KPU sebagai penyelenggara Pemilu demi terciptanya Pilkada yang aman dan damai. Ia lantas meminta kepada Bawaslu agar di masa tenang ini, tidak terjadi serangan fajar yang dilakukan oleh para kandidat.

“KPU sudah bekerja keras menjalankan fungsi dan perannnya dalam mengawal Pilkada kali ini. Tinggal yang bekerja keras adalah Bawaslu di masa tenang ini agar tidak terjadi serangan fajar yang mengganggu kualitas Pilkada hari ini. Dan apapun yang terjadi di tengah pandemi ini semoga Pilkada ini berjalan dengan aman dan damai,” ungkapnya.

Dalam keadaan pandemi, Peneliti Perludem, Mahadhikka mengatakan, menjelang 9 Desember ini, diperlukan pengecekan terhadap semua jaminan logistik demi terciptanya Pilkada yang aman dan sehat

“Kita patut apresiasi dengan apa yang sudah dilakukan oleh KPU dalam melaksanakan peran dan fungsinya sebagai penyelenggara Pemilu,” papar Dhikka.

Sementara itu, Analis Politik dan Direktur Indostrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam berharap peranan kaum millenial dalam proses keberlangsungan Pilkada tahun ini.
“Peran millenial menjadi pentingnya mengingat angka partisipasinya yang cukup tinggi,” ujar Arief.(*)