Sengketa Kepemilikan Lahan Gedung Yayasan Swadhipa Terus Bergulir.

13

Bandara Lampung,- Sengketa kepemilikan lahan yang diatasnya telah ada Bangunan gedung Yayasan Swadhipa terus bergulir.

Gedung yang dibangun oleh yayasan di duga tidak mempunyai dasar yang Syah secara hukum serta berpotensi merugikan Negara dan masyarakat.

Seperti diketahui Yayasan Swadhipa telah mendirikan beberapa unit Gedung Sekolah yang berlokasi di Pulau Subesi, Kecamatan Raja Basa, Kabupaten Lampung Selatan,Provinsi Lampung dan di duga adalah lahan milik orang lain.

Hal ini di sampaikan oleh ahli waris lahan pada Lembaga Swadaya Masyarakat Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Independen Pemantau Anggaran Negara LSM-DPP-LIPAN Indonesia,dalam surat Kuasa yang di lampirkan pada surat pernyataan selaku pemilik ahli waris Sopyan Raden Komala sesuai surat Amar kePutusan Mahkamah Agung.” ujar, Abas Mutian Slh.Minggu,18/10/2020.

Adapun isi surat Kuasa dan lampiran surat pernyataan secara tulis terkait dengan kepemilikan tanah tersebut atas nama ahli waris Sopyan Raden Komala sesuai dengan surat Nomor : 38/1976. Perdata. Nomor : 81 / 1978.Perdata. Nomor : 1206 K/SIP/1979.Perdata. Nomor :184 PK/ Perdata/1981″

Menyatakan bahwa tanah miliknya seluas 50,-lima puluh ribu meter/5 Hektar tersebut,adalah milik kakek Sopyan Raden Komala.Sag” yang saat ini diduga telah diserobot oleh Yayasan Swadihpa dan sudah berdiri beberapa unit gedung sekolah,jelas Abas.

Menurut Abas”langkah-langkah persuasif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut guna menghindari potensi konflik telah kami lakukan namun tidak juga menemui jalan penyelesaian sesuai dengan yang diharapkan, mengingat pentingnya Penyelenggaraan Pendidikan Wajib Belajar maka kami tetap mengupayakan langkah-langkah persuasif agar kedua belah pihak tidak saling merugikan”

Namun upaya ini tidak membuahkan hasil,sehingga kami selaku pemegang kuasa akan mengambil langkah-langkah hukum melaporkan Yayasan Swadhipa dengan sangkaan telah melakukan penyerobotan lahan,sementara proses gugatan perdata muklak pada putusan MA telah di menangkan oleh Sopyan Raden Komala dan dapat di pertanggung jawabkan secara hukum.”ujarnya.

Sampai berita ini di rilis dan terbit Ketua Yayasan Swadihpa belum dapat di konfirmasi.(*)