Pekon Turgak, Raih Kata Gori Terbaik Pada OG Tradisional Via Virtual

16

LAMPUNG BARAT,-Orkes Gambus (OG) kilu andan Turgak nomer 45 meraih kata gori lima terbaik pada pergelaran OG Tradisional Bumi Sekala Bekhak melalui virtual.

Kegiatan yang dimulai pada 29 September dengan mulai unggah video di chanel youtube milik Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwasata (Disporapar) Lambar pada 11-15 Oktober lalu, dengan peserta group atau sanggar OG tradisional dari sejumlah kecamatan di kabupaten setempat. Minggu, (18/10).

Menurut peratin pekon Turgak, Ihchan mengatakan, pada pagelaran tersebut OG kilu andan pekon turgak meraih kata gori lima terbaik. Dan panitia menetapkan sejumlah kategori yakni tiga penampil dengan Like terbanyak pada Video di Youtube yang diraih.

” OG Andan Muakhi Group (AMG) Kenali (nomor peserta 54), OG Andan Jejama Gunung Sugih Batu Brak (nomor peserta 44), dan OG Sumbai Sukajaya Kerang (nomor peserta 7). Kemudian, untuk lima penampil terbaik yang dipilih oleh tim yang terdiri dari unsur dinas dan seniman/budayawan yakni Ratai Group (nomor peserta 16), OG Diwangga (nomor peserta 4), OG Andan Saka Sukaraja B (nomor peserta 50), OG Kilu Andan Turgak (nomor peserta 45), dan OG Pelimpuhan Kebun Tebu (nomor peserta 42)., “Ungkapnya.

Dia berharap kepada OG kilu andan pekon turgak untuk selalu semangat dan optimis kedepannya bisa lebih baik lagi. Sehingga semua harapan bisa digapai dan bisa membawa harum nama pekon.

“Walaupun secara virtual namun cukup menjadi sajian hiburan bagi masyarakat , mengingat tahun ini kita libur dari segala jenis hiburan yang sifatnya pengumpulan massa besar dikarenakan Pandemi covid-19. Dan semoga Covid-19 segera berahir, sehingga kedepannya hiburan OG bisa tatap muka langsung, “Tandasnya.

Sementara, Kabid Pemasaran Pariwisata Endang Guntoro, SH., mendampingi Kepala Disporapar Lambar Tri Umaryani, SP, M.Si., mengungkapkan, kegiatan ini sifatnya pagelaran jadi bukan kompetisi atau lomba, tujuan utamanya adalah memberikan ruang bagi para seniman orkes gambus se-kabupaten setempat untuk menyalurkan hasrat keinginan mereka bisa tampil bersama.

Tujuan pergelaran tersebut, lanjut Endang, juga dalam upaya memberikan informasi bagi para calon wisatawan tentang khasanah kekayaan seni budaya di kabupaten setempat yang terwaris dari puluhan tahun silam dan masih eksis serta lestari hingga kini sehingga menjadi salah satu daya tarik wisata, selain itu juga dalam rangka mendukung pitu program Bupati dan Wakil Bupati untuk menjadikan Kota Liwa Sebagai Kota Budaya.

”Walaupun bukan kompetisi namun panitia menggaet sponsor untuk memberikan apresiasi kepada para penampil terbaik dan beberapa kategori lainnya,” Jelasnya. (Eko Riadi)