Rapat Mediasi Berjalan Mulus, Pemda Mesuji Tunggu Penilaian Tim Appraisal Ganti Rugi Tanah Warga Di Gerbang Pintu Masuk RSUD Mesuji

36

Mesuji– Rapat mediasi penyelesaian menindaklanjuti hasil pengembalian batas tanah SHM Nomor 109 atas nama Yani yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji pada Rabu, (15/7/2020) berjalan mulus.

Menurut Kuasa Hukum dari Yani bin Bolo, yaitu Andarmanik, pihak Pemkab Mesuji sudah menunjukkan itikad baik dengan langsung mengundang rapat mediasi penyelesaian.

“Hasil rapat tadi pihak Pemda Mesuji menyatakan prosedur ganti rugi atas tanah tersebut akan dipercepat untuk dilaksanakan. Kita tunggu saja apa kabarnya, jika tidak sesuai janji dan berlarut-larut, terpaksa kita lakukan penutupan pintu gerbang di atas tanah itu,” ujar Andarmanik saat diwawancarai.

Sementara, Asisten 1 Bidang Pemerintahan Setdakab Mesuji, Indra Wijaya SH menyebut pihaknya masih menunggu hasil penilaian ganti rugi dari tim appraisal (penilai) yang ditunjuk menangani hal tersebut.

“Kemungkinan bukan saja objek tanah yang akan diganti rugi, bisa jadi kerugian dampak ekonomi dan sosialnya pun turut kita ganti rugi. Ya itu, kita menunggu hasil penilaian dari tim appraisal sebagai acuan dasar hukum ganti rugi,” ujar Mantan Pjs Sekda Mesuji ketika itu.

Indra juga menyatakan kedua belah pihak baik dari pihak dan juga pihak Yani sepakat bahwa hal ini akan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kami sepakat untuk berurusan secara kekeluargaan. Semoga secepatnya penyelesaian dapat dilaksanakan,” ungkap dia.

Untuk diketahui, Yani dalam mempertahankan tanah miliknya seluas 1 hektar tersebut sempat mengalami hukuman penjara selama 3 bulan. Diberitahukan oleh Yani, permasalahan ini terjadi semenjak tahun 2013 lalu hingga sekarang. Ia berharap Pemerintah Daerah Mesuji bersikap bijak dan prihatin kepadanya.(Gty)

“Saya pengennya permasalahan ini bisa cepat selesai. Semoga Pemerintah yang sekarang bijak dan prihatin atas nasib saya,” harapnya. (Gst)